Skip to main content

Suami Fenny


Fenny pertama kali kenal dengan suami tahun 2009. Waktu itu Fenny mahasiswi semester 4 sebuah universitas negeri di Semarang. Fenny datang ke kantor beliau atas rekomendasi seorang teman untuk keperluan membuatkan website bisnis afiliasi yang sedang Fenny tekuni saat itu.
suami fenny ferawati
Pertengahan tahun 2010 Fenny kontak lagi dengan beliau, kali ini untuk keperluan yang berbeda. Bisnis yang Fenny tekuni sedang menurun omsetnya sementara saat itu butuh tambahan biaya untuk menyelesaikan kuliah sehingga mau tidak mau harus mencari pekerjaan yang bisa disambi. Alhamdulillah beliau mau menerima Fenny sebagai asisten programer, tugasnya membuat dan mengunggah konten ke website yang sudah diselesaikan oleh programer.
fenny ferawati bekerja
Pada perkembangannya, beliau mulai mempercayakan pekerjaan-pekerjaan lain yang selama ini harus beliau kerjakan sendiri karena keterbatasan tenaga programer, seperti mendaftarkan domain, setup web hosting, mencadangkan data, dll. Gaji Fenny dinaikkan hingga setara UMR kota Semarang saat itu. Dengan penghasilan tersebut Fenny bisa membiayai hidup dan kuliah secara mandiri. Fenny pun memutuskan untuk fokus membantu beliau mengembangkan bisnis digital yang saat itu mulai tumbuh.
fenny ferawati project manager
Dalam tempo 6 bulan Fenny mendapat kepercayaan untuk menjadi Project Manager, tugasnya mulai mencatat, memproses, mengecek hasil pekerjaan dan juga garansi pekerjaan untuk klien-klien beliau yang semakin banyak. Alhamdulillah gaji Fenny semakin besar dengan konsekuensi beban pekerjaan yang semakin banyak. Fenny bersyukur dan menikmati pekerjaan tersebut karena beliau cukup bijaksana dalam menerapkan target dan jam kerja. Fenny tidak harus ngantor tiap hari, yang penting pekerjaan beres. Alhamdulillah beliau memfasilitasi Fenny dengan laptop dan modem yang bisa dibawa kemana-mana sehingga memudahkan Fenny menyelesaikan pekerjaan juga tugas-tugas kuliah.
fenny ferawati meeting
Seiring waktu karena seringnya kami bekerja bersama, Fenny mulai ada perasaan lain pada beliau. Tampaknya beliau pun mulai jatuh cinta pada Fenny. Beliau sering mengajak Fenny makan bersama dan ngobrol tentang hal-hal diluar pekerjaan. Jujur Fenny terpesona dengan visi beliau yang jauh ke depan. Suatu malam saat kami sedang online bersama untuk menyelesaikan pekerjaan, beliau menulis pesan "Witing tresno jalaran soko kulino". Fenny menangkap sinyal cinta dari beliau namun cuma Fenny jawab "???".
fenny ferawati makan bersama suami
Keesokan harinya beliau mengajak Fenny makan bersama. Beliau menyampaikan perasaannya dengan terus terang bahwa beliau jatuh cinta pada Fenny. Alhamdulillah, singkat cerita pertengahan 2011 kami menikah secara sederhana di rumah ortu Fenny. Yang menikahkan ayah Fenny sendiri, dan dengan demikian sejak saat itu kami sah sebagai suami istri.
pernikahan fenny ferawati
Tahun 2012 alhamdulillah Fenny berhasil lulus kuliah atas dukungan penuh dari suami. Kami tetap bekerja bersama hingga akhirnya lahir putra pertama kami. Sejak itu aktivitas Fenny menangani pekerjaan bersama suami jauh berkurang karena harus memberi perhatian penuh pada putra kami. Alhamdulillah suami tetap semangat mengerjakan kembali pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya sudah didelegasikan pada Fenny.
fenny ferawati wisuda
Dalam perkembangannya beliau melihat potensi Fenny pada bidang penulisan dan pembelajaran. Beliau mendukung Fenny untuk menekuni blog, menulis buku dan mengajar bisnis internet. Beliau tak segan menggantikan Fenny mengasuh putra kami dengan penuh kasih sayang.
fenny ferawati mengajar
Tahun 2015 lahirlah putri kami. Beliau sangat bahagia karena sejak lama ingin memiliki seorang putri. Harapannya kelak putri kami menjadi seorang dokter yang mengabdi pada kemanusiaan.
anak fenny ferawati
Tahun 2016 alhamdulillah Fenny berhasil menjadi Jawara Soprema (Sociopreneur Muda Indonesia) yang diselenggarakan oleh Fisipol UGM. Soprema merupakan ajang kompetisi rancangan bisinis wirausaha sosial tingkat nasional yang bertujuan memberikan kontribusi pemecahan masalah berbasis pemberdayaan sosial serta mendorong pemuda di seluruh Indonesia untuk bertukar pengalaman dalam menggiatkan bisnis yang mampu mengangkat ekonomi masyarakat.
jawara soprema
Fenny bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang Allah berikan. Alhamdulillah di tahun ke 7 pernikahan kami, karir Fenny sebagai penulis dan pebisnis makin meningkat. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan membangun madrasah bisnis dan keluarga sakinah sebagai bentuk syukur pada Allah swt dan kontribusi pada umat.

Untuk suamiku, terimakasih sudah membukakan mata atas potensi yang tak terbayangkan sebelumnya. Terimakasih untuk setiap jungkir balik dan sanjung puji di setiap perjalanan. 
keluarga sakinah


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
INSTAGRAM: Fenny Ferawati

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Baca juga:

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Bakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, saya sudah nggak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah nggak ada kerjanya, nggak kreatif, nggak bisa jadi pemimpin untuk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek2 dia santai aja di rumah.

-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya nggak bu? + boleh pak Nas.

-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya nggak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah nggak muat banyak, nggak ada gantungan pakaiannya, nggak ada lacinya, nggak  bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk nggak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya nggak ak…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…