Skip to main content

Sopo Temen Bakal Tinemu

sopo temen bakal tinemu
PURBO ING TANGANE MANUNGSO, WASESA ING NGARSANING ALLAH
Ing samubarang gawe aja sok wani mesthekake, awit akeh lelakon kang akeh banget sambekalane sing ora bisa dinuga tumibane. Jer kaya unine pepenget: menawa manungsa iku pancen wajib ihtiyar, nanging pepesthene dumunung ing astane Pangeran Kang Maha Wikan. Mula ora samesthine yen manungsa iku nyumurupi bab-bab sing durung kelakon. Saupama nyumurupana, prayoga aja diblakakake wong liya, awit temahane mung bakal murihake bilahi.

Dalam setiap perbuatan hendaknya jangan sok berani memastikan, sebab banyak halangan yang tidak bisa diramal datangnya pada perjalanan hidup manusia. Sebagaimana disebut dalam kalimat peringatan: bahwa manusia itu memang wajib berihtiar, namun kepastian berada pada kekuasaan Tuhan Yang Maha Mengetahui. Maka sesungguhnya manusia itu tidak semestinya memastikan sesuatu yang belum terjadi. Seandainya mengetahui (kejadian yang akan datang), tidak baik kalau diberitahukan kepada orang lain, karena akan mendatangkan bencana.

RUKUN AGAWE SANTOSO CRAH AGAWE BUBRAH
Falsafah tersebut mengarahkan hidup orang Jawa agar bisa menyesuaikan diri demi menjaga persatuan agar menjadi negara/keluarga yang kuat. Orang Jawa dalam bergaul harus berprinsip empan papan (bisa melihat keadaan/situasi dan kondisi).
Orang Jawa ( yang njawani / jawa tulen) begitu paham terhadap ajaran filosofi:

Ojo waton ngomong nanging ngomongo sing nganggo waton (jangan asal bicara tapi pikirkanlah sebelum bicara), sing bisa angon mangsa (hendaknya dalam pergaulan bisa menyesuaikan ruang dan waktu). Jangan asal ngomong dan bertindak,tapi pikirkanlah segala sesuatunya agar tidak menimbulkan sakit hati/tersinggung orang lain yang mendengarnya.

Séjé kulit séjé anggit (setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda), séjé uwong séjé omong (setiap orang berbeda apa yang dikatakan/dipikirkan). Falsafah hidup menghargai dan pengertian terhadap orang lain adalah sikap hidup yang bijaksana. Orang lain memiliki kejiwaan yang patut dipertimbangkan, sehingga dalam bergaul bisa “karyénak tyasing sesama” (mengenakkan hati sesama).

YEN SIRO DIBECIKI LIYAN
Yen siro dibeciki liyan tulisen ing watu kareben supoyo ora ilang lan terus kelingan nanging yen siro gawe kabecikan tulisan ing lemah supoyo cepet ilang lan ora kelingan.

Jika kau dibuat baik oleh orang tulislah di batu supaya tidak hilang dan terus teringat, tetapi jika kau berbuat kebaikan tulislah di tanah supaya cepat hilang dan tidak teringat terus.

WONG URIP BAKAL NGUNDUH WOHING PAKARTI
Tumindak olo lan becik iku sejatine mung kanggo awak’e dewe, manungso bakal ngunduh wohing pakarti, opo sing ditandur yoiku sing bakal thukul lan bakal diunduh, ibarate nandur pari bakal thukul lan ngunduh pari, nandur telo bakal thukul telo yo ngunduh telo.

Perbuatan jelek maupun yang baik itu sebenarnya hanya untuk dirinya sendiri, manusia akan memetik hasil perbuatannya sendiri. Apa yang ditanam itulah yang akan tumbuh dan dipanen, seperti halnya kita menanam padi akhirnya tumbuh dan memanen padi, dan jika kita menanam singkong maka akan tumbuh singkong dan memanen singkong, sehingga dalam kehidupan sehari–hari orang jawa yang masih njawani (yang masih memegang falsafah hidup orang jawa) selalu berhati hati karena tidak ingin menyakiti maupun merugikan orang lain, dan cenderung gemar membuat bahagia orang lain, karena dengan membuat bahagia orang lain berarti dia membuat bahagia dirinya sendiri.

Falsafah dalam hal individualitas
1. Sopo temen bakal tinemu
2. Sing bener bakal pener.
3. Sing wani bakal dadi.
4. Sing jujur bakal mujur.
5. Sing umuk bakal keblusuk.
6. Waton okol bakal konyol.
7. Ngelmu iku kelakone kanthi laku.
8. Jenang iku wohing geneng, jeneng lan jumeneng.
9. Aja kuminter mundhak keblinger.

Falsafah dalam hal hubungan horisontal (sosial)
1. Becik ketitik, ala ketara.
2. Sapa sing salah bakal seleh.
3. Ojo sok rumongso biso nanging bisoho rumongso.
4. Ajining dhiri gumantung kedaling lathi.
5. Ajining salira saka busana.
6. Wewaraha sawise weruh.
7. Kakehan gludhug kurang udan.
8. Wani ngalah luhur wekasane
9. Sing medhit bakal kejepit.
10. Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah.
11. Disengkuyung supaya enggal rampung.

Falsafah dalam hal moralitas/religiusitas
1. Estining panembah iku sayekti amung Allah.
2. Agama iku ageming aji.
3. Sapa sing kinasih bakal kepilih.
4. Weninging pikir amarga zikir.
5. Manembaha kanthi tulus, supaya lulus.
6. Berkah iku wohing panembah.
7. Pambukaning ati khusyuk iku tawadhuk.
8. Yen kepingin lega pasraha marang Kang Maha Kuasa.
9. Isina ing pakarti ala kareben ora ngisin-isini.
10. Donga iku jiwaning agama.
11. Ikhtiyar iku kudu linambaran sadhar lan sabar.


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
INSTAGRAM: Fenny Ferawati

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Baca juga:

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Bakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, saya sudah nggak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah nggak ada kerjanya, nggak kreatif, nggak bisa jadi pemimpin untuk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek2 dia santai aja di rumah.

-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya nggak bu? + boleh pak Nas.

-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya nggak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah nggak muat banyak, nggak ada gantungan pakaiannya, nggak ada lacinya, nggak  bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk nggak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya nggak ak…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…