Skip to main content

Puguh Wicaksono Benwicak Juragan Bawang Goreng Nabati

puguh wicaksono benwicak
Puguh Wicaksono atau biasa menyebut dirinya Benwicak ini adalah pria asli Nganjuk yang berpengalaman 9 tahun bekerja sebagai karyawan dan memutuskan resign tahun 2015.

Alumnus ITS tahun 2006 dan Universitas Mercubuana Jakarta tahun 2008 ini belajar banyak hal di perusahaan tempatnya bekerja, terutama dalam hal pelayanan / service kepada pelanggan dan dalam hal branding dan marketing, yang mana tidak ada satu pun universitas di Indonesia yang memberikan ilmu dan praktek seperti ini.

Keputusan resign Benwicak dilandasi keinginan untuk berbakti pada orangtua dan mertuanya di Nganjuk. Sebelumnya yang menunggui orangtuanya adalah adik perempuannya, namun pada tahun 2015 menikah dan diboyong suaminya ke Jakarta.

Banyak pihak yang menanyakan hal yang sama: "kerja apa nanti di Nganjuk?" Benwicak cuma menjawab "Tidak tahu".  Namun alhamdulillah hampir semua orang yang dimintai pendapat malah sangat mendukung. Dukungan-dukungan dari banyak pihak itulah yang membuat Benwicak semakin mantap untuk menjalankan misi utama sebagai anak, suami dan menantu.

Ada beberapa pihak yang menawarkan pekerjaan kepada dia, terutama di Jogja tempat kerjanya saat itu dan Jakarta tempat kerja sebelumnya. Namun dia ingin mengabdikan diri kepada keluarga terlebih dahulu di kota Nganjuk. Banyak masukan dari teman-teman baik di Jogja, Jakarta, Bandung dan sebagainya pada saat dia pamitan kepada mereka.

Ada yang bilang, dia cocoknya mendirikan cafe, mendirikan radio, ada juga yang bilang bikin usaha ISP sendiri, bikin konten, jadi penulis, jadi motivator, jadi konsultan bisnis, bla bla bla bla bla banyak banget. Tapi jawaban Benwicak sampai saat itu adalah "Saya masih nggak tahu mau ngapain, lihat nanti sajalah".

Setelah resign dan beberapa hari tidak memiliki pekerjaan tetap, Benwicak merasa hidupnya lebih asyik. Dia merasa lebih tenang menjaga keluarga, bisa berfikir lebih tenang, akan membuka usaha atau bisnis apa, serta menjadi manusia yang bisa bersosial kapan saja.

Puguh Wicaksono dari dulu bercita-cita menjadi wirausahawan yang bisa memberikan banyak waktu kepada keluarga. Memiliki usaha yang bisa diwariskan kepada anak cucu nanti. Menjadi pengusaha yang bisa mengatur waktunya sendiri, bukan yang diatur dan dikejar waktu seperti selama ketika menjadi karyawan.

Dia sempat membuat sebuah usaha di bidang fashion yaitu jilbab, karena hobi istrinya adalah di bidang itu. Namun kemudian dia berpikir ulang karena bahan bakunya ada di Yogyakarta, harus mengambil kesana untuk memilih langsung jenis, kualitas dan motif bahan baku, karena dia ingin mengecek langsung kualitas barang yang akan dijual.

Benwicak kemudian berpikir untuk menggunakan sumber daya alam yang ada di kota Nganjuk. Seperti yang sering dia sounding ke teman-temannya, bahwa kota ini menurutnya adalah kota terkecil di pulau Jawa sepertinya. Banyak teman Benwicak yang tidak pernah dengar apalagi tahu kota Nganjuk. Dari situlah dia ingin membuat nama Nganjuk mulai dikenal.

Nganjuk merupakan kota dengan bibit bawang merah terbaik di Indonesia. Beberapa petani bawang merah di Nganjuk sering juga mengirimkan bibit bawang merah ke kota-kota lain. Dan dari situ, dia berpikiran untuk mengolah bawang merah tersebut. Benwicak ingin memajukan Nganjuk dengan bawang merahnya. Dia mendapat anjuran dari Robby Kusuma Hartawan, seorang pakar yang sangat dia hormati saat berpamitan meninggalkan Jogja, bahwa dia harus menggali potensi sumber daya alam kota Nganjuk.

Akhirnya Puguh Wicaksono memulai usaha Bawang Goreng Nabati yang diberi merk BAWANGKITA. Dia mengambil bawang merah langsung dari petani-petani di Nganjuk. Meminta tolong tetangga untuk menggoreng dengan cara tradisional (yaitu dengan kayu bakar/arang tertentu dan dengan minyak nabati), kemudian dikemas dalam kemasan yang elegan dan higienis dengan tagline SEHAT, ENAK, dan RENYAH.


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
INSTAGRAM: Fenny Ferawati

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Baca juga:

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Bakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, saya sudah nggak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah nggak ada kerjanya, nggak kreatif, nggak bisa jadi pemimpin untuk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek2 dia santai aja di rumah.

-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya nggak bu? + boleh pak Nas.

-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya nggak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah nggak muat banyak, nggak ada gantungan pakaiannya, nggak ada lacinya, nggak  bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk nggak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya nggak ak…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…