Skip to main content

5 Cara Meninggalkan Anak Dalam Waktu Lama Tanpa Rewel

cara meninggalkan anak tanpa rewel
Memiliki 2 anak berusia balita memang memberikan konsekuensi bagi seorang perempuan untuk berfikir 100 kali ketika harus menginap tanpa anak-anak. Selama ini, Fenny lebih sering membawa anak-anak ketika ada urusan pekerjaan atau sekedar jalan-jalan. Bahkan, meski harus keluar kota sekalipun Fenny sering mengajak mereka.

Sebenarnya, Fenny sudah pernah meninggalkan anak dalam waktu lama tanpa drama ketika baru beranak 1. Anak pertama yang notabene cucu pertama bagi kedua orang tua Fenny membuatnya lebih dekat dengan kakek neneknya. Ketika harus menjaga pameran di Semarang selama 7 hari, Fenny menitipkannya pada kakek nenek. Kedua orang tua Fenny juga menyanggupi menjaga anak yang kala itu berusia 1,5 tahun. Lagipula, anak laki-laki Fenny juga sudah tidak menyusui sejak usia 8 bulan. Tanpa ba bi bu, kegiatan Fenny berjalan lancar tanpa ada halangan.

Kini setelah selang 4 tahun dan telah memiliki dua anak, Fenny kembali harus keluar kota dalam waktu lama. Lebih lama dari sebelumnya. Permasalahannya, anak kedua adalah tipikal anak yang sangat menempel pada ibunya. Tak seperti anak pertama yang layaknya anak bungsu bagi kedua orang tua Fenny, anak kedua benar-benar dalam pengasuhan Fenny sejak lahir. Terlebih lagi, anak kedua ini berjenis perempuan. Di usianya yang memasuki 4 tahun, terkadang ia bisa merajuk ketika Fenny meninggalkannya dalam waktu lama. Pernah ketika seharian Fenny meninggalkannya untuk bertemu klien di Jogja dan pulang malam harinya, terjadi dialog berikut.

"“Ibu dari mana?", tanya putri Fenny. Ibu menjawab sambil tersenyum dan memeluknya, “Ibu kerja.” Putri Fenny kemudian balas memeluk dan mencium sembari berkata, “ndhelek" (red: ndherek, dalam bahasa Jawa artinya ikut).

Momen tersebut terjadi beberapa kali karena memang Fenny sering harus keluar kota untuk menemui klien. Mengingat ia pernah jatuh sakit ketika Fenny ajak pulang pergi Klaten-Jogja untuk menemui klien, Fenny memang memilih untuk menitipkannya pada orang tua. Kakek neneknya juga lebih menyarankan Fenny untuk meninggalkan anak ketika keluar kota semenjak anak kedua sudah tidak menyusui. Berbeda dengan kakaknya, anak kedua menyusui hingga usia 2,5 tahun. Terbayang bukan bagaimana lengketnya dia dengan Fenny.

Kembali tentang bagaimana cara meninggalkan anak dalam waktu lama tanpa rewel, ada beberapa langkah yang Fenny lakukan sebelum hari H.

1. Koordinasi dengan pengasuh atau penjaga
Fenny merencanakan bagaimana nanti pola pengasuhan anak-anak saya, terutama dengan bapak karena beliau yang lebih banyak berinteraksi nantinya.

2. Membiasakan anak untuk berinteraksi dengan lebih banyak orang sekitar
Sebelum berangkat, Fenny memberi tahu orang-orang disekitar terutama saudara dan tetangga. Tak disangka, mereka pun ikut mendukung. Mereka jadi lebih sering mengajak anak-anak untuk membiasakan diri agar lebih banyak berinteraksi dengan orang lain. Sepulang dari luar kota, Fenny banyak mendapatkan informasi dan pujian bahwa anak-anak sangat kooperatif.

3. Meningkatkan kualitas pertemuan dibanding kuantitas
Jika sebelumnya Fenny seringkali mengasuh anak sembari mengerjakan banyak hal baik pekerjaan rumah tangga atau urusan usaha, saat akan keluar kota Fenny memilih untuk lebih fokus membersamai mereka. Terutama ketika pagi ketika anak-anak baru bangun dan juga malam hari selepas maghrib. 

4. Memberi pengertian
Pengertian yang Fenny sampaikan adalah lebih pada pemahaman bahwa Ibu perlu bekerja. Fenny memberi contoh beberapa jenis pekerjaan yang membuat seseorang tidak selalu bisa bersama keluarganya. Tentunya Fenny menyampaikannnya dalam bentuk cerita ringan sembari menunjukkan gambar-gambar mengingat anak-anak masih balita. Fenny baru mengetahui bahwa cara meninggalkan anak dalam waktu lama tanpa drama ini berhasil karena ketika pulang, mereka membahas kembali cerita tentang profesi yang sempat disampaikan sebelumnya pada anak-anak.

5. Membawa buah tangan yang disukai atau sudah lama diinginkan oleh anak
Fenny memasang telinga untuk mengetahui apa kiranya yang diinginkan anak-anak. Bisa ditebak, mainanlah yang menjadi wishlist mereka. Sebelum berangkat, Fenny menyempatkan diri untuk membeli sesuatu yang kiranya menyenangkan hati anak-anak dan menyimpannya terlebih dahulu. Ketika pulang, Fenny memberikannya pada anak-anak. Ini juga memberi pengertian pada anak-anak bahwasanya Ibu bekerja untuk mereka.


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
INSTAGRAM: Fenny Ferawati

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Baca juga:

Comments

Post a Comment

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Bakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, saya sudah nggak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah nggak ada kerjanya, nggak kreatif, nggak bisa jadi pemimpin untuk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek2 dia santai aja di rumah.

-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya nggak bu? + boleh pak Nas.

-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya nggak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah nggak muat banyak, nggak ada gantungan pakaiannya, nggak ada lacinya, nggak  bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk nggak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya nggak ak…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…