Skip to main content

Oh Dear Sense of Humour, We Need You

sense of humor
Semalam saya baca curhatan seperti ini “Bun, kenapa dari awal nikah suamiku cuek, ga pernah ngajak bicara apalagi bercanda…. Aku sedih dan tekanan batin, Bun. Aku harus gimana?” (penulisan sudah saya edit demi kesehatan mata kalian)

Curhatan semacam di atas itu kerap terjadi. Ada suami istri yang hubungannya bagai pejabat dan ajudannya. Ada yang bagai petinju dan sansaknya.

Ada yang bagai es kepal milo dan dan es serutnya. Adem. Atos. Walaupun udah dikasih topping macem-macem kalau es serutnya belum cair ya ga bisa dimakan.

Begitulah dengan hubungan antar manusia, kalau kebekuan hati di antara keduanya tidak cair, biarpun harta berlimpah, pangkat menjulang, ya tetep kaya es kepal milo. Anyep.

Masih misteri bagiku kenapa es batu, bela-belain diserut, tapi kemudian harus dikepal lagi sehingga kembali mengeras?

Buat saya, yang namanya bercanda, lucu-lucuan itu penting banget. Makanya prinsip saya menulis di dunia maya ada 4:
Apakah yang kamu tulis itu benar?
Apakah yang kamu tulis itu baik?
Apakah yang kamu tulis itu bermanfaat?
Apakah yang kamu tulis itu lucu?

Karena kalau lucu tanpa menyalahi poin-poin sebelumnya berarti jatuhnya ke poin 3: bermanfaat. Minimal bisa bikin sebagian orang tertawa. Sejenak melupakan kesulitan hidup dan meregangkan saraf-saraf wajah. Tapi tentu tidak akan bisa menghibur semua orang. Ada orang-orang yang akan mengganggapnya sebagai status nirfaedah yang harus dimusnahkan dari muka bumi *kamehamehaaaaaaaa

Nek itu saya sudah pasrah. Some people are born bagai kanebo kering. Lempeng. Spaneng. Semacam kalau disenggol dikit aja udah kecirit.

Teori macam apa itu, Mbok? Huahahaha mbuh teoriku dewe kok. Sense of humour itu penting pakai banget. Menurut penelitian orang-orang yang memiliki selera humor tinggi, kecenderungannya rendah untuk mengalami depresi. Dan mereka ini relatif lebih bisa menikmati hidup, juga menikmati pernikahannya.

Sense of humour itu beda dengan lawakan komedian di panggung lho. Karena komedian yang kayanya lucu banget di panggung atau di TV, belum tentu dia suka bercanda in real life.

Makanya saya lantas membahas tentang curhatan di atas dengan Delin sebagai pendidikan pranikahnya. Yo, nikahe mbuh kapan sih, sing penting persiapan. Aku ki visioner kok.

Bahwa humor dalam rumah tangga itu penting. Studi menemukan bahwa canda tawa itu benar-benar punya efek psikologis yang bagus untuk kesehatan fisik manusia. Kalau kata Voltaire, filsuf Perancis yang teorinya sering kalian baca pas dulu sekolah itu, “Seni pengobatan termasuk menghibur pasien (membuat tertawa) sementara alam menyembuhkan penyakitnya.”

Kalau sama pasangan sah, satu rumah, sudah bobo bareng ga pakai baju, aja ga bisa saling becanda, saya ga bisa mikir rumah tangga macam apa itu? Rumah tangga atau rumah makan sekaligus rumah tumpangan?

Ada juga yang beranggapan tertawa dan bercanda itu akan mengurangi iman dsb, dsb. Yaaa lihat-lihat dulu bercandanya seperti apa. Kalau kamu bercanda terus lantas lupa salat ya ngono kui. Kalau seharian tertawa-tertawa terus, itu namanya bukan lucu, tapi kesurupan.

Kita sebagai manusia dengan akal sehat karunia dari Allah ini tahu kok batas-batasnya. Rasulullah aja humoris, lho. Sama istri-istrinya suka bercanda. Karena, bercanda dengan istri adalah sebuah keintiman yang mendekatkan kalian berdua. Sama-sama saling menghibur. Menumbuhkan cinta dan kenyamanan hidup bersama. Tidak perlu cari orang lain untuk menghibur.

Hidup ini sudah berat, dibawa selow aja. Rumah tangga ini udah berat. Telur naik, Pertamax naik, ayam naik, tiket pesawat buat liburan ga ada promo. Lha kalau mikir yang susah-susah terus tanpa ada channel melepaskan stress dengan tertawa jadinya akan mengumpul menjadi bibit-bibit depresi.

Kalau kata Arnold Glasgow, “Laughter is tranquilizers with no side effects.” Tawa adalah penenang tanpa efek samping. Sopo kui Arnold Glasgow? Hambuh, aku kenale Mas Jan sing dodol penyetan.

Itulah kenapa ibu dalam curhatan itu sedih dan tekanan batin. Menjalani rumah tangga seperti itu pasti capek. Kalau capek fisik gampang ya, tinggal oles-olesin Varash Healing Oil di tempat-tempat yang sakit. Atau di sepanjang tulang belakang. Asli, ga lama juga pegal-pegal itu hilang. Sebenarnya ga cuma buat pegal sih, bisa buat flu, batuk, obat kulit, dan sebagainya. Bisa juga biar anak tidur lebih nyenyak. Udah banyak di linimasa saya yang membuktikan keampuhannya.

Jangan mikir macam-macam, Varash ini “cuma” minyak kelapa dengan campuran rempah-rempah. Jadi tanpa efek samping. Tanpa pujopajapu yang melanggar syariah. Untuk lebih jelasnya hubungi Mbak Putri Asyura. Tanya-tanya dulu ga apa-apa kok.

Jadi kalau capek badan, lebih gampang lah penanganannya. Kalau capek hati? Hadoooh solusinya lebih ribet. Dampaknya juga lebih besar dan bakal ngefek ke fisik juga.

Punya sense of humour berarti juga bisa meilhat sisi-sisi lucu dari sebuah kejadian. Kaya saya sama Puput yang berkali-kali kena sial. Hooh, cerita-cerita yang suka kalian ketawain itu, termasuk yang terakhir drone baru beli yang sekalinya terbang dia tak kembali.

Ya gitu lah kami. Walau kena sial, kehilangan uang, yo wis sedih sesaat habis itu diketawain bersama-sama. Kok iso yo awake dewe goblok banget (piye to carane download emot ngguyu miring?)

Kalau buat yang jomblo, kata Delin, ya udah tertawain sendiri aja kejombloannya. Santai ngono lho, jodoh will come along at the right time. Ojo spaneng ndak cepet tuwa dan susah hidupnya.
Senantiasa cari hikmah dan sisi lucu setiap kejadian. Ubah kesialan jadi pembelajaran dan hiburan. Menolak terjebak terus dalam kesulitan.

Jadi ya, kadang status saya memang dianggap nirfaedah. Kaya yang tentang bakpia, halah, bukane mempermudah malah tambah mumet.
Tapi, saya usahakan hampir selalu ada nilai moral yang bisa diambil dari status-status panjang saya. Bisa tentang agama, anak, parenting. Semoga ada ibrohnya walaupun dibungkus dalam tawa. Itu cara saya belajar juga.

Ada orang yang memilih jalan dakwah dengan teriak-teriak dan mayah-mayah. Ada yang memilih dengan membangkitkan senyum dan tawa. Karena, ilmu juga lebih mudah terserap kalau suasana nyaman dan bahagia.

Jadi, sudahkah kalian tertawa hari ini? 
Sudahkah kalian membuat pasangan tertawa?

Disadur dari tulisan Olenka Priyadarsani

Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
INSTAGRAM: Ustadzah Fenny Ferawati

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Baca juga:

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Aakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, saya sudah nggak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah nggak ada kerjanya, nggak kreatif, nggak bisa jadi pemimpin untuk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek2 dia santai aja di rumah.

-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya nggak bu? + boleh pak Nas.

-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya nggak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah nggak muat banyak, nggak ada gantungan pakaiannya, nggak ada lacinya, nggak  bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk nggak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya nggak ak…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…