Skip to main content

Abundance Mindset

abundance mindset
Ahmad Faiz Zainuddin, lelaki asal Surabaya alumni Singularity University, Silicon Valley, USA yang baru pulang menuntut ilmu dari Inggris, India, China dan juga Amerika Serikat, memaparkan bahwa hal yang paling “hot” adalah seputar pertumbuhan dunia yang eksponensial, dunia berubah dengan kecepatan 1000x lipat setiap 10 tahun.

Fakta-fakta ilmiah tentang perubahan yang sangat eksponensial di berbagi sendi kehidupan ini mulai dari penggunaan energi sinar matahari yang semakin murah, mobil yang bisa berjalan tanpa perlu sopir, pesawat jenis baru yang bisa keliling dunia kurang dari satu jam, operasi pasien tanpa perlu kehadiran dokter dan berbagai sumber ilmu yang semakin open source.

Sangat menarik dan menantang apabila kita memahami perubahan yang terjadi dan menyiapkan diri sejak saat ini untuk ikut berselancar dalam perubahan tersebut. Yang menarik adalah, para ahli berpendapat bahwa apabila kita ingin semakin “bersinar” di era perubahan eksponensial ini kita wajib memiliki ABUNDANCE MINDSET: cara berpikir yang berkelimpahan, mudah menolong orang lain, mensupport dan mempermudah urusan banyak orang, menebar kebaikan.

Era perubahan eksponensial membuat segalanya berlimpah, maka tidak layak ada orang yang masih berpikir bahwa segala sesuatu di dunia ini terbatas, hal yang baik tidak cukup jika dibagi ke semua orang, inilah scarcity mentality yang sangat tidak compatible di era yang berkelimpahan.

Bagaimana melatih abundance mindset?
Pertama, percaya dan yakinlah bahwa yang tersedia di dunia ini cukup untuk seluruh penduduk bumi. Imam Syafi’i pernah berkata: “Aku yakin bahwa jatah rezekiku tidak akan diambil oleh orang lain, maka hatikupun selalu tenang karenanya.” Semua sudah disiapkan lengkap oleh Sang Maha Pencipta. Misalnya, bila batu bara dan minyak bumi habis, sekarang sudah ditemukan energi terbarukan dari sinar matahari yang jauh lebih murah dibandingkan energi yang dihasilkan nuklir, batubara dan minyak bumi.

Kedua, temukan keunikan diri dan terus asahlah keunikan itu untuk menebar manfaat kepada banyak orang. Boleh jadi, keunikan baru Anda adalah profesi baru yang muncul yang sebelumnya belum ada. Berbagai prediksi para ahli menyatakan bahwa di tahun 2030 ada 47 profesi yang hilang dan akan muncul 65 profesi baru yang sebelumnya belum ada. Dalam kacamata bisnis, pilihlah jalur bisnis yang blue ocean strategi, bisnis yang punya ciri khas dan punya pembeda yang jelas. Bisnis maju tanpa berniat dan sengaja mematikan pebisnis lain.

Ketiga, sebarkan harapan dan optimisme. Jauhkan diri Anda dari menyebar ketakutan, pesimisme dan kekhawatiran. Apalagi menyebarkan berita hoax yang menggelisahkan banyak orang. Di dunia ini kebaikan itu berlimpah dan masih banyak yang belum kita kerjakan, jadi sibukkan diri Anda dengan banyak melakukan kebaikan apapun yang itu tersebar di kanan kiri kita. Buatlah inovasi atau kreasi kebaikan untuk memberi manfaat kepada banyak orang.

Terus berlatih dan tanamkan abundance mindset dalam diri kita agar kita bisa hidup semakin layak, semakin bermartabat, semakin mapan, semakin SuksesMulia saat ini dan di masa yang akan datang.


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
IG: @fennyferawati89
Info dan kerjasama silakan klik disini.

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Aakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.
-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu? + boleh pak Nas.
-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik... Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas. + Mmm... trus apa hubungannya sama suami…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…