Skip to main content

Perangkap yang Tidak Disadari oleh Para Pedagang di Marketplace

perangkap marketplace
Membuka toko di marketplace bukan berarti menjadi sial, hina, apalagi nista, karena faktanya situs jual beli online alias marketplace semacam Bukalapak dan Tokopedia bisa membantu memberikan banyak keuntungan bagi penjual di daerah, menjadi salah satu sumber pendapatan sampingan anak kuliahan bahkan menumbuhkan jumlah entrepreneur online.

Tapi, coba tanya ketika belanja online di marketplace, apa yang orang ingat? Nama tokonya atau nama Tokopedia/Bukalapak?

Nah, Paham kan?

Untuk pebisnis online pemula atau mungkin ibu-ibu yang ingin mencoba jual beli online dengan sistem e-commerce maka membuka toko online di marketplace akan sangat membantu. Terlebih kendala pembayaran baik itu konsumen yang dilema, malas beli karena terkena charge lebih saat transaksi antar bank hingga masalah keamanan dan kepercayaan transaksi.

Disitulah marketplace alias situs jual beli seperti Bukalapak dan Tokopedia mengambil peran jasa REKBER. Mereka menjadi jembatan antara seller dan buyer yang masih merasa asing dan merasa kurang nyaman untuk bertransaksi tanpa bertemu.

Singkatnya, mereka mengambil peran sebagai si orang kepercayaan, yang bisa diandalkan pembeli untuk menjaga transaksinya. Karena Anda pemilik toko online belum mampu memberikan SECERCAH SUGESTI RASA AMAN saat berbelanja online.

Untuk Tokopedia sendiri sebenarnya mencoba untuk mengambil posisi sebagai mall serba ada. Mau apa aja carinya ya di Tokopedia.

Sementara Bukalapak memilih posisi sebagai tempat jual beli online terpercaya. Lalu dimana letak perangkap mengerikan yang disebutkan diatas? Berikut 4 bentuk perangkap jika Anda membuka toko online di marketplace:

1. Harb Al’asear (persaingan harga)
Atau dalam istilah barat dikenal dengan perang harga alias adu murah. Hasil riset menunjukkan bahwa konsumen sangat sensitif dengan harga, meskipun ada saja pembeli yang nyangkut ke toko dengan produk yang harganya lebih mahal tapi perbedaannya sangat ekstrim.

Ditambah lagi faktor branding tidak memiliki banyak pengaruh berarti terhadap penentuan harga. Mayoritas pembeli di marketplace cenderung memburu harga semurah mungkin.

Hal ini sejalan dengan strategi si pemilik marketplace yakni membuat marketplace menjadi tempat tujuan utama untuk mencari barang dengan harga paling murah. Karena yang jual banyak, maka yang dilihat dari konsumen adalah harga termurah.

2. Anti Branding, Anti Loyal Customer
Seperti statement yang dikatakan Tuhu Nugraha (SEO upnormal pingfans), toko-toko di marketplace akan saling beradu harga, service, bahkan bonus. Sehingga bagaimana reputasi suatu toko tidak akan berdampak signifikan.

Demikian pula dengan keberadaan toko-toko di situs jual beli online. Dimata dan ingatan pembeli, eksistensi toko akan tergantikan dengan nama marketplace, semisal Bukalapak atau Tokopedia.

Beli sepeda di Bukalapak, beli baju di Bukalapak, beli alat mancing di Tokopedia. Lalu dimana nama toko Anda? Kok nggak disebut?

Tidak heran kalau jarang ada konsumen yang cukup loyal untuk beli berulang kali di toko yang sama.

Ibaratnya Pasar Tanah Abang, pembeli banyak yang tidak hapal nama tokonya. Mereka hanya sibuk membandingkan mana yang murah dan beli. Besok lagi datang ke pasar yang sama, bisa beli di toko yang lain.

3. Tanpa Kontrol
Sebagai seorang pebisnis tentu ingin memiliki kontrol sepenuhnya. Barang apa yang ingin dijajakan, "Seberapa banyaknya pengunjung ke toko online Anda?“, “Barang mana yang tidak dilirik konsumen dan apa sebabnya?” hingga “Promosi dari kanal mana yang paling efektif mendatangkan buyer?”

Keleluasaan kontrol diatas tidak bisa didapat penuh, jika Anda membuka toko online di marketplace. Misalnya saja dalam hal promosi, Bukalapak maupun Tokopedia belum mensupport fitur facebook pixel, sehingga akan sulit bagi pebisnis untuk mendata konsumen yang datang ke tokonya dan pebisnis juga tidak bisa mentarget ulang pengunjung yang pernah datang.

Alurnya seperti ini, calon pembeli akan datang, lalu melihat lihat barang bahkan bertanya kemudian pergi. Tanpa Anda bisa menghubungi calon pembeli tadi untuk membangun kepercayaan.

Ini juga berarti pemilik toko online di marketplace akan kehilangan kesempatan untuk melakukan prospek yang berujung pembelian. Padahal moment pembelian tidak selalu terjadi pada kesempatan pertama.

Dan jangan lupa, apabila Anda pemilik toko online di marketplace melakukan promosi maka traffic yang datang ke toko Anda bukan tidak mungkin akan merembes ke toko sebelah yang mungkin hadir dengan harga yang lebih murah dan spesifikasi produk yang sama.

4. Gerbang Commision Fee yang Siap Menanti
Rasanya sudah bukan rahasia lagi diantara pebisnis online, kalau gerbang commision fee untuk setiap transaksi di marketplace akan semakin dekat. Nantinya setiap transaksi di marketplace akan dikenakan commision fee baik itu dibebankan ke penjual ataupun pembeli.

Intinya sih sama, harga jadi lebih tinggi.

Dan tantangan untuk menjual barang pun juga semakin besar. Dari sumber informan yang dapat dipercaya, commision fee akan ditetapkan dalam bentuk persen, dan hanya kemungkinan kecil saja ditetapkan flat price untuk commision fee.

Sedikit banyak “commision fee” akan berpengaruh ke jumlah pembeli.

Trus bagaimana solusinya agar investasi waktu yang selama ini sudah dihabiskan di marketplace tidak terbuang percuma?

Solusi Menyelamatkan Diri Dari Perangkap di Marketplace
Beberapa teman yang sudah menyadari perangkap berjualan di marketplace biasanya akan membangun toko online sendiri, atau minimal berinvestasi sedikit waktu tetap berjualan di marketplace, sebagai batu loncatan, sembari membangun toko online nya siap launching dan berdiri sendiri.

Caranya?

Dengan membuat website/toko online terkelola
Mudah, cepat, dan biaya murah. Memiliki website sendiri jelas lebih baik karena akan memudahkan mengelola website atau toko online. CMS wordpress adalah platform paling populer karena user friendly (mudah pengelolaannya)

Kontrol penuh pun bisa Anda nikmati, misalnya saja untuk urusan marketing online. Anda bisa mengetahui berapa banyak pengunjung yang datang, berapa lama pengunjung standby di dalam website, dan halaman web mana yang paling sering dikunjungi.

Butuh bantuan untuk membuat dan mengelola website/toko online? Silakan klik disini :)


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow Facebook:

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Aakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.
-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu? + boleh pak Nas.
-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik... Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas. + Mmm... trus apa hubungannya sama suami…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…