Skip to main content

Menikah dan Memahami Pasangan

fenny ferawati
Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.

Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?

Episode kehidupan Asma binti Abu Aakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.

Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah suami yang pencemburu. Dan kesabaran Asma telah membuat pelangi pernikahan mereka terlihat elegan dan membuat kagum orang-orang yang berharap kebahagian abadi di kampung akhirat.

Pun juga kisah Muhammad manusia paling agung, yang beristrikan Khadijah yang paling kaya dan dermawan, belum lagi kisah cinta Fatimah dan Ali yang sangat Romantis.

Kisah cinta Abu Darda bersama istrinya Ummu Darda tak kalah romantis. Dengan bangga dia ungkapkan isi hatinya dengan mengatakan "Ya Allah, Abu Darda telah melamarku dan menikahi di dunia, karena itu ya Allah, aku melamar Abu Darda melalui Engkau. Aku memohon agar Engkau menikahkanku dengannya di akhirat." Masya Allah, istri cerdas yang kata-katanya senantiasa membuat suami suprise dan bahagia. Suami sekarang kalau digombalin suka jingkrak-jingkrak. Gak percaya,cobain aja.

Mengubah hidup dengan mengubah kata-kata
Tak jarang konflik berawal dari tak adanya komunikasi yang harmonis di antara pasutri. Ketika emosi tak terkontrol dan pasangan mulai berkata kasar dan lepas kontrol, saat itulah Anda harus menata hati. Jangan terpancing melontarkan ucapan negatif.

Biarlah dia mengeluarkan segala perasaannya dan Anda tetap berkata dan bersikap positif. Kunci utama Anda bertahan dengan memperbanyak kata maaf, terima kasih dan selalu berempati padanya. Dengan memperbanyak kata-kata positif dan mengandung optimis niscaya pasangan kita akan terpengaruh dan lambat laun dia pun akan terbiasa berfikir dan berkata positif. Jangan lupa jalan-jalannya.

Fokus pada kelebihan pasangan
Bersikaplah realistis, pasangan kita bukanlah sosok malaikat tanpa cela, dia tidak juga bidadari tanpa dosa. Ketika Anda fokus pada kelebihan yang ada pada pasangan niscaya kekurangannya akan nampak kecil. Seperti karakter pasangan kita sabar dan penuh pengertian namun ia tak mahir berolah kata yang indah bak pujangga.

Maka kita ingatkan dan suport dia agar menjadi pribadi yang lebih sabar dan jangan terlalu memaksanya utk selalu memuji Anda dgn untaian kata cinta penuh bunga, karena dia memang tak bisa mengekspresikan perasaan sayangnya dengan ungkapan mesra.

Pahamilah kelebihan kekurangannya apa adanya, jangan terlalu ekstrem, toh tak ada manusia yang sempurna. Apa lagi marah-marah tanpa sebab.

Ketika pasangan kita berkarakter temperamental tak suka basa basi dan to the point, lantas Anda melihat pasangan lain begitu romantis, supel, lembut dan bijaksana, seketika itu terbesit di benak Anda harapan agar pasangan kita seperti si dia. Jangan sekali kali membandingkan kelemahan pasangan karena hal itu justru bisa membuat Anda stress dan frustasi.

Solusinya berfikirlah jernih, membandingkan pasangan dengan pasangan lainnya justru bisa membuat dia tersingung dan sakit hati. Saatnya berdua intropeksi diri bersama berdiskusi, saling mencari peluang dan bekerja sama menjadi pasutri yang baik. Jangan lupa uang jajan juga di diskusikan.

Badai pasti berlalu
Perselisihan atau perbedaan pandangan kecil adalah bumbu sebuah pernikahan. Benarkah? Namun orang lain berkomentar perselisihan merupakan pintu awal sebuah perceraian. Hoho itu salah. Gak percaya, coba saja bertengkar.

Sedahsyat apapun prolema keluarga ketika pasutri masih memiliki perasaan cinta, niscaya rumah tangga akan damai. Selain itu kecintaan dan keimanan kepada Allah adalah benteng kokoh yang melindungi pasutri agar tak mudah melontarkan kata-kata cerai. Saatnya mencari solusi bukan mempertajam konflik . Bukankah setelah badai, matahari akan bersinar, insya Allah. Selesaikan dengan cinta, maknyus.

Bagai mengukir diatas batu
Sering disakiti pasangan, hobi mengkritik, tak suka memuji, jangan ambil pusing. Tulislah sikap negatif itu diatas air sehingga Anda akan mudah melupakannya. Namun ketika dia berbuat sesuatu yang membahagiakan maka ukirlah kebaikannya diatas batu hingga tetap berbekas dan Anda selalu mengingatnya. Seorang istri hendaklah selalu bersyukur pada suaminya agar kehidupan pernikahannya abadi. Sang suami juga hendaklah menekan semaksimal mungkin sikap egoisnya agar banyak kebaikan dan keindahan yang mampu diukir di hatinya hinggal ajal memisahkan mereka berdua. 

Jika ingin kelangenggan dalam suatu hubungan, sering-sering jatuh cinta dengan org yang sama. Sembari mengandeng pasangan, tak ada salahnya Anda berdua menikmati indahnya pelangi. Katakan padanya "dimatamu kulihat pelangi, engkaulah pelangi cinta dihatiku" #eeaa.

Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
IG: @fennyferawati89

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Comments

Artikel Terpopuler

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.
-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu? + boleh pak Nas.
-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik... Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas. + Mmm... trus apa hubungannya sama suami…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…