Skip to main content

Take it Easy, You're Not A Plate of Pizza

keluarga halilintar


Sebenarnya sudah sejak 2015 keluarga fenomenal yang menyebut dirinya Gen Halilintar dikenal sebagai selebriti. Buku-bukunya best seller, akun youtube keluarga ini di-subscribe jutaan penggemar, bahkan TransTV pernah membuat program khusus mereka. Namun saya baru satu bulan terakhir benar-benar merasa terinspirasi dan follow berbagai akun sosial media keluarga fenominil ini. 

Adalah Pak Halilintar dan Bu Geni 💑, sosok orangtua sukses pencinta travelling dengan 11 orang anak 👦👧👦👧👦👧👦👧👦👧👧 yang juga sangat luar biasa. Pasangan ini berpendidikan tinggi, hobi travelling sekeluarga ke berbagai negara di dunia (Anaknya lahir di berbagai kota dan negara), kaya raya, namun anak-anaknya mandiri dengan memegang job desc sendiri dirumah dan pegang bisnis sendiri. Pembantu? Nehi-nehi dandy🖖

Tidak ada seorangpun pembantu rumah tangga dalam rumahnya yang sangat besar di Pondok Indah Jakarta Selatan 🏤, masing-masing anak in charge masing-masing area, ada yang berperan sebagai chef 🍞🍔, operator laundry 👗👕, nursing 💊, maintenance 🛠, housekeeping🗑 dan para assistant house-keeping🚽. Udah kaya hotel, gaes.

Muhammad Attamimi Halilintar alias Atta👦, anak pertama keluarga ini, bertugas sebagai captain bagi adik-adiknya. Di usianya yang sekarang baru 23, Atta merupakan pengusaha sukses di bidang travel, penerbitan, fashion dan bidang-bidang lain. Dia juga youtuber yang sangat happening. Melihat episode-episode youtube Atta yang menarik dan inspiratif, saya sering iseng turut membaca kolom komentar. Banyak yang memuji, sebagian besar para cewek ABG yang terpesona dengan Atta yang cool, namun ada pula sebagian yang berkomentar sinis.

“Ya iyalah, dia bisa jadi pengusaha karena orangtuanya kaya”.
“Coba kalo dia anak orang miskin, darimana dia punya modal buat bisnis?”
“Apa istimewanya punya anak 11, kan mereka kaya? Yang hebat itu orangtua yang miskin punya anak 11, karena tingkat kesulitannya tinggi”.

Sampai yang memaki-maki, bahwa Atta norak, sok keren, konten vlognya tidak berkualitas, dan lain-lain.
Maha sotoy netizen dengan segala kejulidannya 😪😴

Tipikal anak-anak muda yang tidak bisa mengendalikan rasa iri hatinya, bukannya mengambil pelajaran dari kesuksesan teman sebayanya. Tanpa mereka tau, keluarga ini bukan keluarga yang kaya raya sejak awal, melainkan sudah mengalami pahit getir kebangkrutan, kegagalan, gak punya duit bahkan untuk bayar bis ke sekolah semasa mereka tinggal di Malaysia, hingga Atta memutuskan untuk jualan sandwich di sekolahnya saat baru kelas 5 SD. Anak SD yang jualan sandwich 🌮 BUKAN dalam rangka Market Day seperti anak-anak kita, melainkan benar-benar nyari uang buat makan. Di kelas 5 SD, Atta mulai jualan handphone 📱

Di usia 12 tahun, ia berjualan gadget professional secara online, and guess what. Di usia 13 tahun, dia memecah rekor, sebagai penjual handphone yang meraup omzet satu milyar rupiah. Merry Riana lewatttt. Apalagi kita, di umur 13 tahun, baru bisa minta-minta duit ke orangtua buat jajan mie ayam pas Bimbel, atau buat makan ke KFC sama temen se-gank, dan itu aja udah merasa keren banget. Maafkan masa muda kami ya Allah *tutup muka pake panci 🙉🙈

Atta lalu memutuskan berjualan yang lebih mahal lagi, yaitu jualan MOBIL gaes! Sampai orang-orang yang mau beli mobilnya terkaget-kaget dilayani oleh seorang remaja usia 13 tahun. Dalam satu bulan Atta pernah menjual sampai 13 unit mobil.

Pak Halilintar dan Bu Geni juga kadang mendapat komen julid dari netizen kurang piknik. Saat syuting dirumahnya yang mewah, mereka disebut riya, sok tajir endesbrei endesbrei. Bukannya melihat dan terinpirasi dari bagaimana couple ini bisa mendidik ke-11 anaknya sampai masing-masing punya bakat yang luar biasa plus bisnis sendiri-sendiri, masih aja ada netizen gak waras yang cuma bisa ngomel-ngomel 🙈.
Apakah keluarga ini meladeni komentar-komentar julid ga penting tersebut? 

Enggak. Mereka tetap produktif berkarya, menuangkan gagasan-gagasan baru, tetap kompak diluar dan dalam layar, tetap travelling ke berbagai belahan dunia hingga netizen yang sirik makin sirik LOL, bahkan Atta dinobatkan sebagai salah satu icon anak muda sukses, pengusaha dengan tingkat akselerasi yang mengagumkan, menjadi inspirator di banyak talkshow, namun tetap rendah hati dan sering menyebut dirinya adalah seorang “Pedagang” saja.

Tapi begitulah sepertinya hidup. Siapapun manusianya, mau seluar biasa apapun, tetap saja ada yang julid. Apalagi kita-kita ini yang luar biasa juga enggak, cuma biasa diluar 🙊😆

Kurang gigih apa seorang Atta menancapkan posisinya sebagai pengusaha di usianya yang belia, masih dikata-katain bahwa ini semata karena dia anak orang kaya.

Kurang hebat apa Pak Hali dan Bu Gen membesarkan 11 anak dari nol nggak punya apa-apa, sampai bisa punya asset triliunan dan anak-anaknya semuanya baik akhlaknya, berprestasi, namun punya basic agama yang kuat (disalah satu episode diceritakan bahwa mereka ga boleh pacaran bahkan ketemu lawan jenis berdua saja), namun masih dibilangin begini dan begitu. Apa dipikir netizen, praktek parenting kelas kakap begini bisa dipelajari lewat seminar parenting 2 jam doang?! Padahal parenting is not a piece of cake, not a bar of silverqueen, not even a slice of cheese cake 😪.

Kita perlu contoh hal ini. Komentar toksik dari mereka yang bahkan mengenal kitapun tidak, tidak perlu membuat kita kecil hati lalu berhenti berbuat baik, karena ibarat pertandingan sepak bola di TV, kadang komentator lebih terlihat expert dari yang main, man 😑.

Seorang wanita dikomentari karena belum menikah di usia matang,
“Pilih-pilih pasangan sih makanya ga kawin-kawin”.
Seorang laki-laki yang berniat menikahi seorang janda dikomentari,
“Kok mau sama janda, kaya ga ada yang masih perawan aja”.
Sepasang suami istri yang belum dikarunia anak dikomentari,
“Ga usaha buat punya anak ya? Mau sampai kapan menunggu?”. 

Seorang perempuan yang dulunya manajer di perusahaan asing dengan gaji puluhan juta, lalu menikah dengan laki-laki yang menginginkannya resign agar fokus mengasuh anak, dikomentari, “Kamu ga sayang meninggalkan karir cuma buat jadi ibu rumah tangga? Ga sayang sama ijazah master kamu yang diperoleh dengan susah payah?”.

Seorang ibu pekerja yang kerjaannya dinas kemana2 juga sering dikomentari,
"Ga takut ntar dah tua ditinggalin anak ya, soalnya sekarang anaknya ditinggal2".
Kita akan selalu dihadapkan pada komentar, baik yang mendukung maupun mencela, itu biasa. Namun cara kita meresponnya itu yang menentukan mau seperti apa hidup kita👌. Kitalah yang putuskan mau down dengan komentar orang dan membiarkan hidup kita didikte ekspektasi orang lain, atau memutuskan menjadi pilot bagi hidup kita sendiri dan menjalani hidup yang memang kita desain sendiri. That’s all on your own choice, at your own risk 😎.

Jangan down dan menyerah melakukan kebaikan dalam hidup kita bahkan saat kebaikan itu dianggap sebelah mata. Jangan jawab dengan, “Oke, saya emang jelek! Puas kamu hahh?”, lalu memutuskan untuk benar-benar melakukan kejelekan karena frustrasi. Jangan. Kita yang rugi.

Kapanpun kita merasa rendah diri dan merasa buruk setelah dikomentari orang yang tidak kenal kita dengan baik, ingatlah kita tidak bisa menyenangkan tiap orang karena memang kita bukan a plate of pizza with that delicious mayonnaise🍕🍕

Kita manusia biasa dengan segala kekurangan, wajar ada yang suka dan tidak. Jika manusia semulia Nabi saja dimusuhi, duileee apalagi kita ini yang cuma serpihan kotoran item di kuku yang udah 2 minggu ga digunting, cuma remah-remah kemplang Palembang di kaleng Kong Guan, cuma sisa-sisa potongan cabe rawit di dasar botol cuka pempek yang udah hampir abis, cuma sisa-sisa daging rendang yang nyelip di sela-sela gigi yang jarang-jarang karena kurang kalsium. Sangat wajar jika banyak yang memandang hina dina. Namun saat itulah, keikhlasan kita untuk tetap melanjutkan apa yang sudah kita yakini menjadi ujiannya. Don't give it a damn, just dont 🖖.

Jika Pak Hali dan Bu Gen mengambil hati atas kritik orang, mungkin mereka akan stop menulis buku. Tapi tidak. Mereka kini telah mempublish bukunya yang ketiga dan laris manis sejak dilaunching.
Jika Atta mengambil hati atas caci maki orang, mungkin dia akan stop berkreativitas. Tapi tidak. Dia kini bahkan menjadi seorang influencer penting di media sosial dan menjadi salah satu youtuber dengan penghasilan terbesar di Indonesia. Satu hal yang mungkin para pencelanya tidak bisa lakukan.
Menjadi apapun kita, ingatlah bahwa tetap ada kemungkinan ada yang kurang setuju. Gapapa 👌.
Sebaik apapun kita menjalani peran kita sebagai pekerja, sebagai istri, ibu, dan anggota masyarakat, ingatlah bahwa tetap ada kemungkinan yang tidak sependapat dengan kita. Ga jadi masalah 👌.
Sekuat apapun effort kita untuk menjadi orang yang lebih baik, ingatlah bahwa tetap ada kemungkinan orang tidak simpati. Thats okay 👌

Sekeren apapun prestasi yang berusaha kita ukir, ingatlah bahwa tetap saja ada kemungkinan orang menganggap its nothing. Well that’s life, Gaes

Fokus saja pada mereka yang mendukung kita, yang memang mengenal kita dengan baik, yang tidak hanya tau nama kita tapi juga cerita kita.

So keep moving and take it easy 😉.
You know now, you can't please everyone because you’re NOT a plate of pizza 😎.


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
INSTAGRAM: Ustadzah Fenny Ferawati

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Baca juga:

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Bakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, saya sudah nggak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah nggak ada kerjanya, nggak kreatif, nggak bisa jadi pemimpin untuk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek2 dia santai aja di rumah.

-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya nggak bu? + boleh pak Nas.

-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya nggak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah nggak muat banyak, nggak ada gantungan pakaiannya, nggak ada lacinya, nggak  bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk nggak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya nggak ak…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…