Skip to main content

Mengubah Mindset Kere

isuzu mux
Kadang saya bertemu dengan seseorang yang mengingatkan saya bahwa saya dulu pernah dalam posisi seperti dia, secara emosi dan mentalitas.

Beberapa waktu lalu ketemu dengan orang yang secara ekonomi susah. Lalu saya segera menyadari bahwa susahnya dia secara ekonomi sebenarnya bukan karena kurang nya skill dan kemampuanya namun karena mentalitas dalam dirinya yang luar biasa “sombong” tanpa disadarinya.

Dan saya sangat percaya kalau “kesombongan” yang tidak disadarinya itu belum juga “disadarinya” ia akan tetap hidup dalam lingkaran finansial yang sama.

Setidaknya saya mencatat ada beberapa hal yang patut diwaspadai tentang “kesombongan” yang tidak disadari ini. Hemat saya ini penting karena secara tidak sadar mentalitas ini telah “menduakan” Tuhan dalam hidupnya. Tentu pandangan ini hanya untuk anda yang sependapat dengan saya, yg tidak sependapat ya lupakan saja.

Setidaknya ada 2 hal yang saya catat :
1. Merasa dialah yang berusaha dan mendatangkan rezeki. Mental ini akan membuat yang merasa seperti yang paling berjasa dalam rumah tangga, “kalau ga ada aku, kalian bisa apa, makan apa, bayar pakai apa, berat sekali beban yang ku tanggung”. Akibatnya orang model gini seringkali temperamental, mudah tersingggung gampang marah.

Logikanya tertutup oleh ego nya. Dia lupa bukan dia yang memberi rezeki bagi dirinya dan keluarganya namun semata kasih sayang Allah. Sementara Allah sudah kasih petunjuk, bahwa kalau mau ditambahkan rezekinya agar “bersyukur”.

Nah…kalau bermentalitas “sombong tanpa disadari” seperti diatas, kira-kira rasa syukur gampang masuk atau sulit…?. Betul…kalaupun mengucap syukur tentu hanya sebatas kerongkongan, tidak turun ke ranah “rasa”. Dan anda sudah tahu bahwa semakin ego seseorang besar…maka untuk mendapatkan rezekinya ia harus bekerja ekstra keras atau yang sering anda dengar dengan istilah massive action.

Saya pernah mengalami fase ini, dan saat bertemu dengan orang model gini saya hanya bisa mendoakan dalam hati agar ia dibukakan kesadarannya. Orang model gini susah dikasih tahu ha ha ha (ingat saya dulu juga begitu 😂)

2. Menggantungkan diri pada mahluk. Mental ini bekerja seperti servo mechanism bekerja otomatis. Setiap ada kesulitan yang selalu diingat pertama kali adalah “siapa orang yg bisa dimintai tolong”. Jujur saja saya dulu juga pernah dalam fase ini. Namun mentalitas ini benar-benar tidak memberdayakan karena mahluk itu aslinya tidak berdaya kalau tidak “diberi daya” oleh NYA. Lalu mengapa tidak langsung lari ke yang MAHA memberi DAYA saja.

Tentu bukan perkara mudah merubah mentalitas ini. Perlu pembiasaan dan keberserahan yang tinggi agar mentalitas “Bergantung pada NYA” benar-benar bisa bekerja.

Namun begitu mentalitas “Bergantung pada NYA” sudah terinstal, bisa dipastikan hampir semua kecemasan dalam kehidupan akan jauh berkurang, tingkat “kemrungsung” juga akan sangat jauh berkurang. Kadang kecemasan juga masih timbul saat ada masalah, namun jauh lebih mudah diatasi oleh kesadaran baru yang sudah terinstal tersebut.

Untuk mengatasi dua mentalitas penyebab kere diatas yang saya lakukan adalah :
1. Saya merubah mindset saya bahwa rezeki saya dan keluarga saya adalah tanggungan Allah / Tuhan. Bahwa ikhtiar saya bekerja sebenarnya tak lebih sebagai kontribusi saya sebagai pertukaran energy untuk memenuhi berjalannya mekanisme semesta. Jadi bukan saya ataupun pekerjaan saya yang mendatangkan rezeki. Tuhanlah yang mendatangkan rezeki.

2. Setiap kali kami ada keperluan, lalu dalam hati saya bilang “Ya Allah ya Tuhan kami, hamba tidak mampu Engkaulah yang maha mampu, hamba berserah pada MU”. Setelah itu ya saya melakukan kegiatan seperti biasa.. he he kalau bagian yang ini jujur agak susah merubah kebiasaan…egonya selalu ingin bergerak duluan. Namun seiring waktu nanti pelan-pelan akan lebih terbiasa dan alami. Pola pertolongan juga biasanya datang tepat waktunya…. Nah ini yang bikin deg- degan si ego… ha ha ha… cemas juga… namun ttp perlu dilatih… lambat laun kesadaran yang akan bisa menetralkanya.


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow Facebook:

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Aakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.
-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu? + boleh pak Nas.
-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik... Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas. + Mmm... trus apa hubungannya sama suami…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…