Skip to main content

Karena Pernikahan Itu Misteri

pernikahan fenny ferawati


Pernikahan mungkin bagi sebagian orang menjadi hal yang menyenangkan, membahagiakan dan bagi sebagian orang merupakan hal yang begitu menyakitkan, penuh dengan kesedihan dan berurai air mata. Betapa banyak saya melihat kebahagiaan dimata teman-teman saya yang sudah menikah, entah itu teman dekat, teman kerja maupun teman didunia maya yang belum pernah saya temui sekalipun. Mungkin ukuran kebahagiaan yang saya lihat dari mereka hanya sebatas hal-hal yang nampak saja dan tidak sampai kepada hal yang lebih mendalam.

Apapun itu saya turut bahagia bersama mereka, mendengar cerita mereka, bahkan hanya sekedar melihat postingan dan aplot foto bahagia mereka di media sosial. Saya kadang melihat banyak cinta dimata teman-teman semua dan kadang keadaan itu berbanding terbalik dengan kenyataan yang sering saya jumpai disekitar saya.

Hampir setiap hari saya mendengar, melihat bahkan kadang harus mengelus dada serta memendam perasaan haru biru melihat banyak pasangan yang memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka dari alasan yang sungguh tidak masuk akal, perselingkuhan, sampai dengan intrik keluarga besar dan kadang disertai dengan kekerasan dalam rumah tangga adalah alasan yang paling sering saya dengar.

Bahkan sering saya mendapati curhat dari teman dekat, mereka kadang bertanya bagaimana itu proses perceraian? Entah pertanyaan itu untuk diri mereka sendiri ataupun mereka sekedar mencarikan jawaban untuk orang-orang disekitarnya. Terus terang saya sering baper mendengar curhat mereka, prihatin bahkan kadang tanpa terasa sering saya menjadi galau sendiri terbawa perasaan.

Di suatu masa mereka dulu dipersatukan oleh cinta dan diikat dalam sebuah pernikahan yang agung dan suci dan pada akhirnya karena satu dan seribu alasan mereka memutuskan untuk mengakhiri pernikahan tersebut.

Sering saya bertanya, kemana perginya cinta? Kemana perginya kesetiaan, kesabaran, pengertian dan semua hal baik dalam diri kedua orang tersebut hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah? Jangan pernah bertanya kepada #Dilan beratnya rindu karena #Dilan hanya tahu merindu dan tidak pernah tahu betapa yang berat itu adalah memelihara sebuah komitmen akan sebuah pernikahan.

Saya percaya jodoh, hidup dan mati adalah misteri Illahi. Begitu juga sebuah ikatan pernikahan. Pernikahan itu sebuah misteri, petuah bijak seorang teman. Saya tahu betul itu dan kadang kita pun tidak akan pernah tau mengapa kita berjodoh dengan orang tersebut dan sampai kapan kita akan tetap berjodoh dengannya.

Sembari menulis ini saya jadi malu sama suami. Kadang saya begitu mudah marah hanya karena hal-hal sepele. Karena merasa kurang diperhatikan, dia lupa menelpon atau bahkan ulang tahun saya sering dia lupa dan hal-hal lain yang begitu sepele saya rasa.

Ketika rasa marah itu telah hilang yang ada hanya rasa menyesal mengapa satu atau dua hal-hal sepele yang dilupakan suami menjadi seperti dosa yang sangat besar bagi saya sehingga menutup ratusan kebaikan yang telah dia berikan selama ini kepada saya.

Pada akhirnya cinta, kesetiaan, kesabaran dan keteguhan hati memegang sebuah komitmen adalah satu hal yang dibutuhkan dalam sebuah pernikahan. Jangan pernah berhenti untuk menjaganya. Saya masih ingat dengan sebuah nasihat : selama bojomu ora mendem, ora main, ora moro tangan, maafkanlah semua kesalahannya.

Karena pernikahan itu sebuah misteri dan bukan berarti kita tidak bisa mengurai satu persatu misteri itu. Jadi bersabarlah dan terus berusaha tanpa kenal lelah.


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
INSTAGRAM: Fenny Ferawati

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Baca juga:

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Aakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, saya sudah nggak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah nggak ada kerjanya, nggak kreatif, nggak bisa jadi pemimpin untuk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek2 dia santai aja di rumah.

-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya nggak bu? + boleh pak Nas.

-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya nggak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah nggak muat banyak, nggak ada gantungan pakaiannya, nggak ada lacinya, nggak  bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk nggak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya nggak ak…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…