Skip to main content

Posts

Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Energi Terbarukan

Kegiatan peternakan perlu memperhatikan daya dukung dan kualitas lingkungan. Usaha peternakan sapi yang belum terlokalisasi akan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Namun jika dikelola dengan baik, limbah tersebut akan memberikan nilai tambah bagi usaha peternakan dan lingkungan disekitarnya.
Sistem usaha peternakan dengan penerapan usaha pengelolaan limbah menjadi Biogas merupakan salah satu upaya untuk meminimalisasi limbah ternak dan tidak mencemari lingkungan.
Sapi sebagai penghasil daging juga menghasilkan kotoran ternak yang dapat dimanfaatkan menjadi biogas sebagai energi alternatif dengan cara dikumpulkan dan diproses secara baik dalam skala kecil (peternak), skala menengah (kelompok/gabungan kelompok) atau besar (wilayah dan nasional) sesuai dengan jumlah ternaknya. Biogas dapat dimanfaatkan sebagai energi akternatif
Biogas adalah gas yang mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidu…
Recent posts

Buku Titik Balik

Terinspirasi dari kisah nyata
Apakah aku salah jika berambisi menjadi orang sukses?
Terlebih dengan masa kecilku yang penuh luka dan derita. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa sama atau bahkan lebih baik daripada orang yang mencibir keluargaku.
Kenyataan berkhianat. Berkali-kali aku jatuh, terpuruk dan bangkrut. Untuk kesekian kalinya, aku menjadi orang yang terhina dan tak dipercaya, bahkan oleh sahabatku sendiri.
Mampukah aku mengejar ambisi atau menyerahkan pada Yang Maha Kuasa?
Titik balik sejatinya bukanlah sebuah tulisan dalam sebuah buku semata. Melainkan sebuah aliran energi dahsyat oleh penulisnya, mengalir merasuk ke relung hati setiap pembaca. Buku ini sangat menginspirasi dan luar biasa. Setiap alur demi alur menghantarkan kita ke dimensi penuh syukur. Perjuangan yang tiada akhir.
Buku ini akan membantu Anda menjadi pribadi penuh syukur, lebih dekat lagi dengan Allah, dan mendekatkan titik balik diri Anda ke arah yang lebih baik.
Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istr…

Buku The Power Of Nyetatus

Ketika Menulis Semudah Menyetatus di Facebook Facebook, Twitter, Instagram dan media sosial saat ini seakan tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Tua-muda, pria-wanita dan semua kalangan hampir menggunakan media sosial dalam kesehariannya. Informasi apa saja begitu mudah didapatkan melalui media sosial ini.
Tak hanya untuk update informasi, bahkan sekarang media sosial berubah fungsi menjadi sarana curhat bagi sebagian orang.
Baik buruk sebuah media sosial sebenarnya kembali kepada masing-masing orang. Jika jeli menangkap peluang, media sosial bisa menjadi kolam untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Namun jika salah menggunakannya akan menjadi petaka dalam kehidupan.
Mari gunakan media sosial seperlunya saja dan mulailah menulis untuk menebar manfaat! Penulis Febrina Lusi Pratiwi | Mei Kurnianingsih | Yuliana Dewi Mustikaningrum | Indarniati | Yiyin Nurbaiyinah | Ariastia Febrianty | Linda Dewi Triwahyuni | Rr. Deviary Bayuningratri | Rahmiwati Sandi | Henny Perwitosari | Astrid Edia…

Selusin Kutang Sejuta Keberkahan

Lebaran tinggal menghitung hari. Sebelum mudik ke rumah mertua, seperti biasa, saya mengecek status segala sesuatu keperluan lebaran. Kue-kue, ada. Stoples, nampan, piring-gelas, sudah bersih siap digunakan. Gorden, sudah oke. Baju untuk ibu, tersedia meski tidak gress baru. Sendal, ready. Mukena, beres. Ibu punya satu mukena yang istimewa hanya dipakai saat sholat ied. Rasanya semuanya sudah 100% siap.
Sekadar memastikan, saya bertanya pada ibu. "Ibu pengen dibelikan apa? Gamis atau yang lain?"
"Enggak, nggak usah," sergah ibu. "Gamis ibu masih ada, bagus. Nggak usah beli lagi." "Trus mau apa? Sendal?" tanya saya lagi. Ibu menggeleng. "Nggak usah. Masih ada." "Lha trus?" kejar saya. "Hmmm ... anu," ibu menatap saya beberapa detik dengan canggung. "Belikan kutang saja ya. Kutang ibu sudah jelek-jelek. Wis amoh-amoh malah."

Dziggh!
Seperti ada godam yang mengetuk kepala saya dengan telak. "Kutang, Bu?" Per…

Pidato Thariq bin Ziyad Ketika Penaklukkan Andalusia

"Ke manakah kalian dapat melarikan diri sementara musuh berada di depan dan lautan berada di belakang kalian? Demi Allah! Tak ada keselamatan bagi kalian kecuali dalam keberanian dan keteguhan hati kalian. Pertimbangkanlah situasi kalian: kalian berdiri di atas pulau ini bagaikan begitu banyak anak-anak yatim terlontar ke dunia; kalian akan segera bertemu dengan musuh yang kuat mengepung kalian dari segala penjuru bagaikan gelombang kemarahan samudera yang bergejolak, dan mengirimkan prajurit-prajurit yang tak terhitung banyaknya pada kalian, bala tentara baju besi dan dilengkapi dengan segala senjata yang pernah ada.
Apa yang dapat kalian gunakan untuk melawan mereka?
Kalian tak memiliki senjata lain kecuali pedang, tak punya perlengkapan lain kecuali yang telah kalian rampas dari musuh kalian. Oleh karena itu, kalian harus menyerang mereka dengan segera atau jika tidak, maka hasrat kalian untuk menyerah akan tumbuh, angin kemenangan takkan lagi berhembus di pihak kalian, dan bara…

Biografi Imam Muslim Ahli Hadits

Nama beliau adalah Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Ward bin Kusyadz al-Qusyairi an-Naisaburi. Qusyair adalah kabilah Arab yang dikenal, sedangkan Naisabur adalah sebuah kota yang masyhur di wilayah Khurasan yang terkenal dengan ilmu dan kebaikan.
Imam Muslim dibesarkan di rumah yang penuh dengan ketakwaan, keshalehan, dan ilmu. Ayahnya, Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi, adalah seorang yang mencintai ilmu. Sang ayah rajin hadir di majelisnya para ulama. Ayahnya mendidik dengan semangat keshalehan dan cinta ilmu yang ia miliki itu.
Imam Muslim memulai perjalanan belajarnya di usia belia. Safar pertama ia lakukan saat ia berusia tidak lebih dari 18 tahun. Mulai saat itu, sang imam muda mulai serius mempelajari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Imam adz-Dzahabi mengatakan, “Kali pertama ia mendengar kajian sunnah (hadits) adalah saat usianya menginjak 18 tahun. Ia belajar dari Yahya bin Yahya at-Tamimi.”
Guru-Gurunya Imam Muslim memiliki guru yang banyak. Jumlahnya mencapai 120 orang…

Ummu Habibah Dinikahi Rasulullah Dari Jauh

Nama beliau adalah Ramlah binti Abu Sufyan (Shakhr) bin Harb bin Umayyah bin Abdusy Syams bin Abdu Manaf al-Umawiyah. Ia dilahirkan 25 tahun sebelum hijrah. Dan wafat pada tahun 44 H.
Ibunya adalah Shafiyah binti Abi al-Ash bin Umayyah. Ibunya merupakan bibi dari Khalifah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.
Hijrah Ummu Habibah hijrah bersama suaminya, Ubaidullah bin Jahsy, menuju Habasyah pada hijrah yang kedua. Di sanalah ia melahirkan seorang anak yang bernama Habibah. Namun sayang, sang suami murtad dan memeluk Nasrani saat berada di bumi hijrah Habasyah. Tentu ini musibah besar bagi Ummu Habibah. Ia berada di perantauan. Negeri asing nun jauh dari sanak saudara. Kalau pulang ke kampung halaman Mekah, ia berada dalam ancaman. Ayahnya tak menerima keislamannya. Sekarang ia benar-benar sebatang kara setelah suaminya murtad. Tapi ia tetap teguh dengan keislamannya.
Di Habasyah, Ummu Habibah bermimpi dengan mimpi yang aneh. Kemudian mimpi ini menjadi nyata. Ia bercerita, “Dalam mimpiku kul…