Skip to main content

Santripreneur Award 2018

santripreneur award 2018

Santri merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang dicatat oleh sejarah sebagai pejuang kemerdekaan NKRI dan pengisi kemerdekaan yang berdedikasi. Tingginya semangat bisnis dan besarnya gelombang gerakan kewirausahaan di dunia santri secara massif nasional pada satu setengah dekade terakhir ini telah melahirkan generasi baru santri, yaitu santripreneur (manusia yang alim dalam agama, bermoral dalam perilaku, mapan dalam mentalitas, cakap dalam berbisnis, dan berdedikasi dalam karya). Telah banyak lahir karya-karya atau produk-produk bisnis dan kewirausahaan  dari para santripreneur ini, yang tak sekedar bernilai kreatifitas dan inovasi, namun juga bernilai sosial dan keadaban.

Menyikapi fenomena tersebut, serta dalam rangka mendukung kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah Republik Indonesia dalam pembangunan ekonomi bangsa di tengah pusaran MEA (Masyarakat Ekonomi Asia), maka menjadi penting sekali untuk dirumuskan satu konsep besar tentang bagaimana agar semangat bisnis, gelombang gerakan kewirausahaan, dan karya/produk yang ada pada dunia santripreneur tersebut bisa menginspirasi dan mendorong para pemuda tanah air untuk turut serta dalam membangun ekonomi negeri ini.

Pada tahun 2018 ini kembali diadakan Santripreneur Award dengan harapan meningkatkan keterlibatan para santripreneur untuk ikut andil dalam membangun ekonomi negeri.

TUJUAN SANTRIPRENEUR AWARD
1. Memberikan apresiasi bagi santri, yang terdiri dari santri pondok pesantren, santri alumni pondok pesantren, dan Warga Negara Indonesia yang mempunyai hubungan keislaman dengan pondok pesantren, yang berwirausaha.
2. Mencari bibit pengusaha santri yang dapat memberikan inspirasi dan turut berperan dalam pengembangan kewirausahaan di Indonesia.
3. Memberikan penghargaan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan oleh wirausahawan santri.
4. Mensosialisasikan peran dan dedikasi santri bagi bangsa Indonesia dalam bidang perekonomian.

KATEGORI PENGHARGAAN
1.Kategori Industri, Perdagangan & Jasa Santripreneur
2.Kategori Boga  Santripreneur
3.Kategori Kreatif  Santripreneur

SYARAT PESERTA
1. Wirausahawan (kategori 1,2,3) yang berlatarbelakang santri (a. sedang mengenyam pendidikan di pondok pesantren/santri mukim, b. alumni  pondok pesantren, dan c. Warga Negara Indonesia  yang mempunyai hubungan keislaman dengan sebuah pondok pesantren atau kyai/santri kalong)
2. Belum berusia 40 tahun pada tanggal 1 Desember 2018 (kategori 1, 2, 3)
3. Memiliki usaha yang telah dijalankan minimal 1 tahun terakhir (semua kategori)
4. Melampirkan fotocopy KTP, NPWP pribadi, Profil Bisnis (berisi hal-hal yang masuk dalam kriteria penilaian), legalitas bisnis (NPWP, Akta Notaris Perusahaan, HO, SIUP, dan TDP), foto peserta ukuran 3×4 berwarna 3 lembar, dan foto profil usaha.

BIDANG USAHA
1. Wirausaha Perdagangan & Jasa
Suatu usaha yang menghasilkan produk manufaktur, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, pertambangan, pengembang properti, perhutanan, tekstil serta usaha yang memberikan nilai tambah tanpa memproduksi barang antara lain toko, ritel, keagenan, distributor, konsultan, transportasi, perawatan kesehatan, pendidikan, penerbitan dan percetakan, laundry, travel biro, EO.

2. Wirausaha Boga
Suatu usaha yang memberikan nilai tambah dengan memproduksi dan atau memperdagangkan produk pangan antara lain pengolah makanan & minuman, restoran, pemilik merk franchise makanan atau minuman, dan catering.

3. Wirausaha Kreatif
Periklanan; IT; Arsitektur; Pasar Barang Seni; Kerajinan; Desain; Fesyen; Video, Film dan Fotografi; Permainan Interaktif; Musik; Seni Pertunjukan; Penerbitan dan Percetakan; Televisi dan Radio; serta Riset dan Pengembangan.

FAQ
1. Siapakah orang yang bisa mengikuti Santripreneur Award 2018 ini?
Jawab: pertama, orang yang mondok di pesantren baik mukim ataupun Kalong (tidak menetap di pesantren), kedua alumni pondok pesantren, dan ketiga adalah orang muslim yang memiliki usaha

2. Apa itu surat Rekomendasi Pesantren?
Jawab: Surat Rekomenasi Pesantren menjadi salah satu syarat wajib yang  harus dilampirkan, surat rekomendasi ini bisa diperoleh dari pengasuh/pimpinan pondok pesantren, kepala sekolah madrasah (bagi alumni madrasah), kyai/ustadz yang ada di sekitar tempat tinggal.

3. Ada berapa kategori dalam Santripreneur Award 2018?
Jawab: Pertama Kategori Industri Perdagangan dan Jasa, kedua kategori Kreatir dan ketiga Kategori Kuliner.

4. Berkas apa saja yang harus dilampirkan di awal pendaftaran?
Jawab: KTP/SIM, Surat Rekomendasi, dan alamat usaha, jika lolos ke tahap selanjutnya maka pihak panitia akan menghubungi peserta untuk melengkapi berkas penunjang lainnya.

5. Kapan waktu pendaftaran dimulai dan ditutup?
Jawab: Pendaftaran dimulai tanggal 07 November 2018 pukul 13.00 WIB sampai dengan tanggal 18 November 2018 pukul 17.00 WIB

CARA PENDAFTARAN SANTRIPRENEUR AWARD 2018
1. Silahkan isi formulir pendaftaran, dengan cara klik link berikut => FORMULIR PENDAFTARAN
2. Isi data dengan benar.
3. Melengkapi berkas yang meliputi: foto Copy KTP/SIM, Surat Rekomendasi dari Pondok Pesantren/Kyai/Ulama’, Akta, HO, SIUP, TDP, NPWP (jika ada), Foto pribadi (sopan), Foto produk usaha, Foto tempat usaha.
4. Download format surat rekomendasi dengan cara klik => DOWNLOD SURAT REKOMENDASI
5. Kirim ke email: info@santripreneur.co.id dengan ketentuan SUBYEK email diberikan keterangan nama pengirim dan usaha.

Jika ada hal yang belum jelas silahkan hubungi: 082298022999


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
INSTAGRAM: Fenny Ferawati

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Baca juga:

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Bakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, saya sudah nggak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah nggak ada kerjanya, nggak kreatif, nggak bisa jadi pemimpin untuk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek2 dia santai aja di rumah.

-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya nggak bu? + boleh pak Nas.

-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya nggak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah nggak muat banyak, nggak ada gantungan pakaiannya, nggak ada lacinya, nggak  bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk nggak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya nggak ak…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…