Skip to main content

Telepati dan Fenomena Kualat

telepati dan fenomena kualat
Saya mulai dari penalaran sederhana. Saya dan suami ada dalam raga yang berbeda, kepribadian yang berbeda. Namun dalam tataran yang lebih luas, saya dan suami ada di satu rumah yang sama. Rumah saya dan rumah bu Sri Mulyani (bupati Klaten) itu berbeda lokasi, beda rumah. Namun dalam tataran yang lebih luas, saya dan bu Sri Mulyani ada dalam kabupaten yang sama yaitu Kabupaten Klaten. Saya dan Anda misal beda propinsi, namun dalam tataran yang lebih luas berada dalam pulau yang sama yaitu pulau Jawa, dan seterusnya. Paham khan penalaran yang saya maksud?

Nah, penalaran itu akan memudahkan kita membahas yang lebih abstrak, yaitu tentang kesadaran. Dalam tataran sempit, Anda akan merasa aku-nya Anda beda dengan aku-nya saya. Namun pada lapisan yang lebih dalam, aku-nya saya dan aku-nya Anda berada dalam satu wilayah kesadaran yang sama. Ini kalau digambarkan dalam lingkaran, awalnya kita bicara soal lingkaran kecil bernama lingkaran aku. Lalu lingkaran itu semakin meluas, meliputi anda dan saya, lalu semakin meluas meliputi orang lainnya lagi, terus dan terus menerus tiada terhingga.

Penalaran pada paragraf pertama dan paragraf kedua ujungnya adalah membahas tentang lapisan-lapisan yang apabila konteksnya dibawa kepada diri kita terutama "sang aku", maka semakin memperluas lingkaran kesadaran kita bahwa aku-nya Anda dan aku-nya orang lain adalah aku yang sama. Dalam tataran yang paling puncak di jagad raya ini hanya ada satu aku saja, yaitu aku-nya Tuhan. Anda pernah melihat satu sinar yang dilewatkan melalui prisma? Akan muncul warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu, yang masing-masing adalah warna yang mandiri. Tapi di balik prisma hanya ada satu warna cahaya saja yaitu putih.
telepati dan fenomena kualat
Anda coba perhatikan fenomena-fenomena orang yang kesadarannya dibimbing mendalam dan meluas. Misal Anda saya turunkan gelombang otaknya masuk ke area gelombang deep alpha atau theta. Pada suatu tataran tertentu, Anda bisa tahu lho kalau ditanya, "si anu yang ada di kota anu, dia sekarang lagi ngapain?". Ketika dikroscek saat itu benar-benar akurat, mengapa? Karena pada tataran yang semakin dalam lingkaran aku meluas, sehingga aku-nya orang lain adalah aku-nya Anda juga. Memori orang lain adalah memori Anda juga. Fenomena ini sering kita alami dalam keseharian, cuman kita tidak menyadarinya.

Misalnya begini, pernah nggak Anda berpapasan dengan orang pas lagi jalan mau bertabrakan? Lalu Anda spontan bergerak menghindar ke kiri, eh dianya juga bergerak ke arah yang sama dengan Anda. Lalu Anda ambil arah sebaliknya, eh dianya juga begitu. Lucu, tapi itulah saat-saat yang tanpa disadari aku-nya Anda yang mengambil keputusan adalah aku yang sama dengan aku-nya orang lain yang jalan berpapasan dengan Anda. Sebenarnya tidak ada yang namanya telepati, seolah menganggap si A mengirim pesan ke si B, karena sebenarnya pesan bisa sampai karena si A dan si B berada dalam aku yang sama.

Contoh lagi, aku-nya Anda dengan aku-nya Ratna Sarumpaet sama atau berbeda? Mayoritas Anda pasti merasa bahwa keduanya adalah aku yang berbeda. Padahal pada tataran yang mendalam keduanya adalah aku yang sama. Aku-nya pendukung Prabowo dengan aku-nya pendukung Jokowi juga aku yang sama. Makanya ketika salah satu tokoh beda kubu dibully kelompok yang berseberangan, di lain waktu bagian dari kelompok pembully juga akan melakukan kebodohan yang sama. Perhatikan ya, entah kapan akan ada kekonyolan serupa di kubu lawannya Ratna Sarumpaet.

Balik lagi ke bahasan konseptual, karena menyadari hal ini kadang kalau tidak lupa, saya selalu sematkan diri sendiri ketika membahas kasus orang lain. Misal ketika membahas kasus Ratna Sarumpaet yang berbohong, saya juga mengakui pernah berbohong, supaya apa? Supaya tidak mbalik ke diri sendiri, karena statement pengakuan itu akan membuat aku-nya saya yang ada di diri saya tidak perlu mengalami hal yang dialami Ratna Sarumpaet, karena saya sudah mengakui hal yang sama. Amati video dimana Ratna Sarumpaet dalam forum ILC TvOne dia membantai habis Permadi Arya (Abu Janda). Ratna Sarumpaet menasehati soal kebohongan. Video itu disebar di medsos dan dijadikan "daging cincang" oleh pendukung Ratna Sarumpaet.

Sekarang apa yang terjadi? Pendulum realitas berbalik ke diri Ratna Sarumpaet sendiri khan? Cara kerja kualat itu begitu, mengapa? Ya karena aslinya aku-nya Permadi Arya dengan aku-nya Ratna Sarumpaet adalah aku yang sama. Nah masalahnya sekarang gantian Permadi Arya membully Ratna Sarumpaet dengan video yang sama. Ini kalau timbangan energinya sudah impas lalu mbablas, pendulum realitas akan kembali berbalik ke diri Permadi Arya. Anda paham maksud saya kan? Jadi ayunan kualatnya tidak selesai-selesai. Aku sebenarnya sedang membully aku. Makanya aku yang sama akan merasakan juga. Kalau dia mengalami aku yang sama pada raga yang berbeda akan beririsan realita.

Aku yang sama akan selalu berbagi rasa. Namun banyak orang tidak menyadari ini karena sang aku mewujud dalam raga yang berbeda. Di alam semesta hanya ada satu AKU. Hakikat perjalanan Isra Mikraj adalah, "saat sang aku yang merasa terpisah meluaskan lingkarannya dan mulai menyadari bahwa hanya ada satu AKU di jagad raya ini: tidak ada AKU, selain AKU".


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
INSTAGRAM: Fenny Ferawati

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Baca juga:

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Bakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, saya sudah nggak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah nggak ada kerjanya, nggak kreatif, nggak bisa jadi pemimpin untuk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek2 dia santai aja di rumah.

-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya nggak bu? + boleh pak Nas.

-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya nggak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah nggak muat banyak, nggak ada gantungan pakaiannya, nggak ada lacinya, nggak  bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk nggak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya nggak ak…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…