Skip to main content

BAWANGKITA Bawang Goreng Nabati Nganjuk

bawangkita bawang goreng nabati puguh wicaksono benwicak
BAWANGKITA merupakan salah satu produk oleh-oleh terbaik khas Nganjuk yang diolah menggunakan minyak goreng nabati non kolesterol. Untuk menjaga kualitas rasa dan aroma, produksinya menggunakan bahan bakar alami, yaitu kayu bakar pilihan dan arang jenis tertentu, diproduksi dan didistribusikan oleh UD. Indonesia Kita yang berkedudukan di Nganjuk, Jawa Timur. Telah terdaftar di Departemen Kesehatan dan mendapatkan sertifikat Halal dari LPPOM MUI.

Bawang goreng yang sehat dapat memberikan kebaikan pada tubuh kita, diantaranya: menyembuhkan sembelit dan wasir, mengontrol diabetes, melindungi jantung, mengontrol kolesterol, mencegah kanker, mengobati gangguan urin, mengobati asma, dll.

SEHAT, karena bawangkita diolah dengan proses yang higienis, alami, telah mendapatkan pengawasan dari depkes dan disupervisi dengan sangat ketat.

ENAK, karena bawang goreng yang digoreng dengan minyak nabati mempunyai ciri khas yang unik, enak, dan juga sangat berkualitas.

RENYAH, dengan proses penirisan minyak yang menggunakan alat khusus, membuat Bawang Goreng kita ini sangat renyah dan kering.

Sertifikasi Halal
Bersertifikasi HALAL untuk sebuah produk makanan merupakan sebuah keharusan, khususnya untuk kita yang tinggal di Indonesia, negara yang mayoritas muslim. Sertifikasi HALAL LPPOM-MUI dengan Nomor Registrasi : 07060031771215.

Sertifikasi Sehat
Makanan adalah salah satu kebutuhan yang dikonsumsi oleh setiap manusia, tentunya selain halal, bersih, higienis, sehat adalah keutamaan dan dibuktikan dengan keterangan dan pendaftaran serta peninjauan dari instansi terkait. DIN.KES.P-IRT 2113518010250-20.

Sukses Usaha Bersama BAWANGKITA
Raih peluang usaha jutaan rupiah bersama produsen bawang goreng nabati yang sudah dikenal masyarakat luas, baik lokal maupun mancanegara. Dikelola oleh ahli membuat bawang goreng yang enak dan sehat. Mengolah dengan higienis, dan menghasilkan bawang goreng dengan aroma yang khas. Tanpa bahan pengawet, namun bisa tetap tahan sampai setahun.

Tidak hanya sekedar jualan, Anda juga akan dibimbing dan disuplai dengan materi jualan. Dipastikan stok Anda akan habis sebelum masa expired. Jika tidak, akan dibeli lagi oleh pihak produsen*. Saatnya Anda ikut menikmati renyahnya berbisnis bawang goreng ini.

Mau Jadi Reseller?
Menjadi bagian dari keluarga BAWANGKITA sangatlah mudah. Untuk Anda yang ingin serius mendulang sukses mulia bersama ada program reseller. Keunggulan dari program reseller ini adalah:
+ Peluang usaha ini nyaris tanpa resiko
+ Market Bawang Goreng yang sangat luas
+ Tidak ada target penjualan
+ Bisnis modal kecil
+ Pendapatan yang sangat menggiurkan
+ Hanya modal kesungguhan untuk sukses mulia
+ Reward sangat menarik untuk reseller yang berprestasi

Jaminan Pada Reseller
- Kontak Anda akan diiklankan di Fanspage Bawang Goreng Nabati.
- Seluruh penjualan ecer yang masuk ke produsen akan diarahkan ke Anda.
- Ebook bisnis akan diberikan untuk Anda.
- Jaminan stok habis sebelum masa expired.


Mau tau rahasia sukses bisnis bersama suami/istri? Like/Follow:
INSTAGRAM: Fenny Ferawati

Info dan kerjasama silakan klik disini.

Baca juga:

Comments

Artikel Terpopuler

Menikah dan Memahami Pasangan

Ciptaan Allah yang satu ini sungguh luar biasa indahnya. Sebuah perpaduan warna yang tak satu mahluk pun mampu membuatnya, meski berbeda namun selalu kompak dan harmonis. Kehidupan pernikahan bisa diibaratkan sebuah pelangi. Tak jarang banyak perbedaan karakter, mindset, latar belakang kehidupan, pendidikan dan berbagai macam ketidaksamaan. Namun satu hal, bagaimana semua itu terlihat mempesona.
Angan yang terlalu melambung tinggi ketika memimpikan sosok pasangan yang super lembut, sabar, bijaksana dan selalu mencintai pasangan. Namun ketika realita berkata lain, pantaskah pasutri berfikir untuk segera mengakhiri fragmen kehidupan pernikahan?
Episode kehidupan Asma binti Abu Bakar dengan Zubair bin Awwam kiranya cukup menjadi pelajaran berharga. Betapa rumah tangga mereka tetap solid meski kemiskinan dan kesulitan hidup tak lepas dari hari-harinya.
Asma harus berjuang membawa air dan merawat kuda. Sungguh keikhlasan itulah yang telah membuat cinta mereka bersatu. Sementara Zubair adalah …

Menyikapi Tabiat Pasangan

Seorang teman mengeluhkan sikap dan tabiat suaminya yang menurutnya egois dan kekanak-kanakan. Teman ini merasa menyesal telah menikah dengan suaminya.
Setahu saya sikap, karakter, atau kebiasaan tidak tercipta semalam dan juga tidak bisa berubah hanya semalam. Apa yang ditunjukkan suaminya saat ini, dalam pemahaman saya, sebenarnya telah ditunjukkan dulu waktu sebelum menikah.

"Apakah suamimu baru sekarang ini sikap dan perilakunya seperti yang kamu keluhkan?" tanya saya.
"Oh.. sudah dari dulu" jawabnya.
"Sejak masih pacaran ya," tanya saya lagi.
"Ya...." jawab teman.
"Lha... kalau sudah tahu begini kok ya diteruskan sampai nikah?" tanya saya penasaran.
"Saya pikir nanti kalau sudah nikah dia bisa berubah. Ternyata tidak mau berubah dan malah tambah parah. Katanya suami, dia sejak lahir ya seperti ini. Suami bilang saya harus menerima dia apa adanya," keluhnya.
Memang demikianlah yang sering terjadi. Kita berharap pasangan be…

Peran Ayah Dalam Pendidikan Anak

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Diantaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqoroh 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf. Proses pendidikan bukan hanya terjadi pada kita saja, akan tetapi terjadi pula pada para Nabi dan Rasul. Ketika kita membaca kisah Nabi Ibrahim yang sabar dalam menjalankan perintah Allah. Hajar yang tegar, dan Ismail yang sabar. Pertanyaannya apakah pengorbanan mereka datang secara kebetulan atau melalui proses tarbiyah (pendidkan)?
Jika contoh diatas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Dia adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman yang ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kep…

Suami dan Keridhoannya

(Nasehat indah dari Ustadz Nasrullah Gontor)
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... + Pak Nas, saya sudah nggak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu? + ya suami saya udah nggak ada kerjanya, nggak kreatif, nggak bisa jadi pemimpin untuk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek2 dia santai aja di rumah.

-: oh gitu, cuma itu aja? + sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya nggak bu? + boleh pak Nas.

-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya nggak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah nggak muat banyak, nggak ada gantungan pakaiannya, nggak ada lacinya, nggak  bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk nggak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya nggak ak…

10 Sifat Istri yang Membuat Rejeki Mengalir Deras

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 karakter istri ini ‘membantu’ menghadirkan rejeki untuk suami dan rumah tangganya.
1. Istri yang pandai bersyukur Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk juga rejeki. Miliki suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberi nafkah, bersyukur.
2. Istri yang tawakal kepada Allah Di waktu seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Thalaq : 3). Bila seseorang istri bertawakkal pada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rejekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selamanya harus langsung diberikan pada wanit…