Tips Berenang Saat Puasa


Sejak kecil kita selalu diwanti-wanti oleh teman atau orang tua agar tidak berenang karena bisa membatalkan puasa. Dengan berenang air akan masuk ke pori-pori kulit dan membuat kita auto kenyang. Nah, kondisi inilah yang membuat aktivitas renang dilarang dilakukan kecuali setelah berbuka puasa.

Nah, sebenarnya berenang itu diperbolehkan saat puasa atau tidak? Kalau misal boleh apa yang harus dipersiapkan agar aktivitas ini bisa berjalan dengan lancar dan aman untuk kesehatan tubuh.

Hukum renang saat berpuasa
Renang tidak dilarang saat berpuasa, beberapa ulama mungkin memakruhkannya karena aktivitas ini berisiko membuat puasa jadi batal. Berenang memungkinkan masuknya air ke dalam mulut atau lubang tubuh lainnya secara tidak sengaja sehingga puasa yang sudah dijalankan dianggap batal.

Kalau Anda berenang untuk tujuan kesehatan, lakukan aktivitas ini dengan baik. Niatkan bukan karena ingin kuat puasa mendinginkan tubuh. Kalau niat berenang memiliki tujuan baik dan porsinya tepat, puasa tidak akan batal dan Anda tetap bisa menjalankannya sampai waktu berbuka puasa.

Persiapan berenang agar tidak batal dan sehat
Saat berenang kita akan susah mencegah air masuk ke dalam tubuh khususnya telinga dan mulut. Untuk itu ada beberapa persiapan yang harus dilakukan agar renangnya bisa berjalan lancar dan menyehatkan.

Menyiapkan penjepit hidung
Penjepit hidung harus dipasang kalau Anda banyak melakukan gerakan di dalam air. Kalau gerakan renang tidak membuat kepala berada di bawah permukaan air mungkin tidak diperlukan. Manfaat dari penjepit air ini adalah untuk melindungi air masuk ke dalam hidung beserta bakteri yang ada di dalamnya.

Memakai topi renang
Topi renang diperlukan untuk melindungi area rambut dan menghindari rambut mengganggu aktivitas berenang. Selain rambut, perlengkapan ini juga melindungi telinga sehingga air tidak masuk saat Anda menyelam terlalu dalam atau membuat gerakan miring.

Topi renang biasanya terbuat dari bahan silikon atau karet yang elastis. Bahan ini tidak mudah ditembus dengan air sehingga aman saat digunakan dan Anda tidak akan batal saat puasa.

Menggunakan kacamata renang
Air kolam yang jernih biasanya mengandung klorin yang cukup banyak. Kandungan bahan kimia ini cukup berbahaya kalau terkena organ tubuh yang cukup sensitif seperti mata. Untuk itulah kacamata renang diperlukan untuk melindungi mata dari bahan kimia klorin. Kalau Anda berenang dan membuka mata di dalam air, kemungkinan terjadi iritasi cukup tinggi.

Mempersiapkan pelampung
Pelampung dipersiapkan kalau Anda belum begitu lihat dalam aktivitas renang. Dengan pelampung, Anda tidak akan tenggelam di dalam air karena tidak bisa mengambang. Anda bisa memilih pelampung dalam bentuk ban, papan, atau rompi yang membuat Anda selalu mengambang.

Hal yang diperhatikan selama berenang
Selain empat hal yang diulas sebelumnya, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum berenang saat puasa dan dilakukan saat siang.

Perhatikan kondisi tubuh sebelum berenang, kalau Anda sedang tidak fit lebih baik ditunda terlebih dahulu.

Renang adalah olahraga yang memakan banyak kalori. Dalam satu sesi kegiatan intens selama 30 menit akan membakar sekitar 300-400 kalori. Kalau Anda melakukannya selama sejam hampir sama dengan satu per tiga kalori harian.

Anda akan semakin lapar meski tubuh tidak dehidrasi. Rasa lapar ini muncul akibat kalori yang terbakar cukup banyak.

Lakukan sore menjelang berbuka puasa agar setelah berenang Anda bisa mencukupi kebutuhan kalori tubuh.

Semoga ulasan tentang berenang di atas bisa menambah pengetahuan kita dan puasa yang dijalankan tetap berjalan dengan lancar.


Mau UMROH GRATIS? Like/Follow Facebook:


Baca juga:
Fenny Ferawati dan Bunda Ira

Artikel menarik seputar keluarga sakinah, kebahagiaan, rejeki dll selengkapnya klik disini.

Akun sosmed, wa, hp dan blog Fenny yang lain tidak pernah dihack/dibajak pihak lain. Namun demikian karena satu dan lain hal Fenny terpaksa menonaktifkan. Cerita selengkapnya silakan datang ke rumah ya :)

Heboh!!! Ada Penawaran Umroh Gratis Nih...


Ramadhan adalah bulan yang sangat diistimewakan dalam Islam. Sebab, semua amal ibadah yang dikerjakan akan dilipat gandakan pahalanya. Jadi momen ramadhan memang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh umat muslim.

Sebagai brand busana muslim, Rabbani sangat mendukung konsumen untuk berlomba-lomba meraih kebaikan di bulan ramadhan. Terlebih, untuk konsumen yang belanja ramadhan dan lebarannya di Rabbani.

Sebab, ada program Umroh Gratis Selama Ramadhan Bersama Rabbani. Tentunya ini bukan sembarang promo.

Sales and Marketing Director Rabbani, Budi Darmawan mengatakan, ada keutamaan dan fadhilah yang akan didapatkan jika kita bisa berpuasa di Tanah Suci Mekkah.

“InsyaAllah semua program Rabbani ada manfaatnya. Terlebih melakukan shaum ramadhan di Mekkah yah,” kata Budi.

Seperti diketahui, Rabbani melakukan kejutan ini di bulan Ramadhan. Mengajak dan memberikan umroh gratis selama ramadhan untuk 100 orang konsumen yang beruntung.

Sales dan Marketing Rabbani, Budi Darmawan juga mengatakan, jika promo ini bukan untuk mencari sensasi. Tetapi mengajak umat muslim untuk selalu melakukan yang terbaik di bulan Ramadhan.

“Betul, ini menjadi momentum. Bagi yang ingin merasakan puasa di Tanah Suci, ayo nih. Mumpung di ajak sama Rabbani,” ujarnya.

Ditambahkannya, syaratnya sangatlah mudah.”Syaratnya cuma belanja produk-produk rabbani minimal Rp. 400rb,” imbuhnya.

Program Umroh Gratis Selama Ramadhan Untuk 100 orang dari Rabbani berlaku di seluruh Indonesia selama bulan ramadhan 1439 H. “Kunjungi dan raih berkah ramadhan bersama Rabbani,” pungkas Budi.



Mau UMROH GRATIS? Like/Follow Facebook:

Baca juga:
Fenny Ferawati dan Bunda Ira

Artikel menarik seputar keluarga sakinah, kebahagiaan, rejeki dll selengkapnya klik disini.

Akun sosmed, wa, hp dan blog Fenny yang lain tidak pernah dihack/dibajak pihak lain. Namun demikian karena satu dan lain hal Fenny terpaksa menonaktifkan. Cerita selengkapnya silakan datang ke rumah ya :)

Tips Tetap Bugar Saat Puasa


Meskipun harus menahan lapar dan asupan energi tubuh akan cepat berkurang selama menjalani puasa, namun sebaiknya jangan hanya bermalas-malasan dan meninggalkan olahraga. Takut lemas atau bingung mengatur waktunya? Beberapa tips dari ahli nutrisi di bawah ini bisa kita terapkan agar tetap bugar selama menjalani puasa.

Kapan waktu terbaik untuk work out?
Waktu terbaik untuk olahraga di bulan Ramadan adalah beberapa saat sebelum matahari terbenam atau menjelang buka puasa. Lho? Bukannya itu jam-jam kritis di mana tubuh terasa lemas menahan lapar dan haus seharian? Well, kuncinya ada di pikiran kita. Ingat saja sebentar lagi akan buka puasa, jadi kita pun tetap semangat dan bisa mendorong tubuh untuk mengeluarkan effort lebih.

Tapi, jika jadwal tidak memungkinkan, maka direkomendasikan berolahraga sekitar satu jam setelah buka puasa karena makanan telah terserap tubuh dan memberikan energi yang dibutuhkan.

Lalu, bagaimana dengan waktu yang paling tidak disarankan? Tentu saja di siang hari karena kita akan lelah namun tidak bisa mengisi kembali energi yang dikeluarkan. Namun, kalau hanya punya waktu untuk olahraga di siang hari, kita boleh melakukan latihan ringan sekitar 20 sampai 30 menit.

Berapa lama waktu olahraga yang disarankan?
Jika kita memilih olahraga beberapa saat sebelum atau sesudah makan, maka itu bisa mendorong tubuh untuk berolahraga dalam jangka waktu yang lebih panjang. Namun, di hari-hari awal puasa di mana tubuh juga masih melalui proses adaptasi, sebaiknya mulai dengan target waktu yang singkat dulu saja, sekitar setengah jam. Begitu tubuh sudah terbiasa dengan pola selama puasa, kita bisa menambah durasi olahraga menjadi sekitar satu jam.

Olahraga apa yang sebaiknya dilakukan?
Instruktur fitness Zehra Allibhai mengungkapkan bahwa Ramadan bukan waktu yang tepat untuk mendorong batas ketahanan tubuh atau mencetak rekor baru. Sebaliknya, olahraga di bulan puasa lebih untuk menjaga agar tubuh tetap bugar secukupnya saja. Selama tidak membuat tubuh tersiksa, kita masih bisa melakukan latihan fisik seperti biasa seperti strength training atau olahraga kardio yang tidak memforsir tubuh. Bila ingin melakukan latihan kardio yang lebih intens, lakukan setelah buka puasa.

Untuk yang sehari-hari tidak rutin melakukan fitness pun, kita masih bisa melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau stretching.

Apa makanan yang sebaiknya disantap saat sahur?
Memilih makanan yang tepat, terutama saat sahur, adalah sebuah keharusan di bulan Ramadan, karena berkaitan dengan energi yang dibutuhkan selama menjalani puasa. Disarankan smoothies sebagai cara untuk mendapatkan banyak nutrisi dalam waktu singkat. Ahli nutrisi merekomendasikan smoothies dengan bahan buah-buahan, sayur, chia seed, dan selai kacang. Selain itu, protein seperti daging, telur, kacang, dan lentil akan memberi energi yang cukup untuk tubuh.

Bagaimana cara untuk mengurangi dehidrasi?
Agar tak kekurangan cairan tubuh, disarankan meminum air kelapa setelah olahraga. Sup pun menjadi opsi ideal saat sahur atau buka puasa karena selain mengandung bahan-bahan bergizi juga memberi cairan lebih kepada tubuh.

Bagi yang suka buka puasa dengan kurma, selamat karena itu hal yang tepat. Untuk menjaga berat badan dan metabolisme tubuh, sebaiknya memang tidak langsung makan berat saat buka puasa. Disarankan buka puasa dengan beberapa kurma dan dua gelas air putih karena terkadang rasa lapar yang kita rasakan sebenarnya adalah rasa haus yang berlebih, dan minum air putih bisa mencegah dorongan tubuh untuk makan lebih banyak. Opsi lainnya adalah makanan yang banyak mengandung air seperti buah semangka atau salad.

Makanan yang sebaiknya dihindari?
Jujur deh, walaupun siang hari menahan lapar, terkadang di jam buka puasa kita akan “balas dendam” dan lapar mata menyantap apa saja yang terhidang, apalagi kalau kita termasuk pecinta goreng-gorengan. Tapi, seperti yang sempat disinggung sebelumnya, sebaiknya tetap menjaga asupan dengan makanan yang ringan namun bergizi. Disarankan untuk punya “game plan” dalam berbuka puasa untuk menghindari menyantap makanan kurang sehat secara berlebihan. Mulailah dengan menyantap pilihan yang lebih sehat seperti sayur-sayuran. Sisakan makanan yang digoreng atau yang berkadar lemak sebagai makanan yang disantap terakhir saat tubuh mulai terasa kenyang.



Mau UMROH GRATIS? Like/Follow Facebook:

Baca juga:
Fenny Ferawati dan Bunda Ira

Artikel menarik seputar keluarga sakinah, kebahagiaan, rejeki dll selengkapnya klik disini.

Akun sosmed, wa, hp dan blog Fenny yang lain tidak pernah dihack/dibajak pihak lain. Namun demikian karena satu dan lain hal Fenny terpaksa menonaktifkan. Cerita selengkapnya silakan datang ke rumah ya :)

Inspirasi Istighfar dari Kisah Ahmad bin Hanbal

Imam Hanbali (Ahmad bin Hanbal)

Ahmad bin Hanbal, beliau murid Imam Syafi’i, populer disebut Imam Hanbali, pendiri Madzhab Fiqh Hambali. Kisah inspiratif ini dikutip dari Kitab Manaqib Imam Ahmad.
Di masa akhir hidupnya, beliau bercerita. Suatu waktu, di usia Imam Ahmad yang telah lanjut, bekiau tidak tahu kenapa ingin sekali menuju satu kota di Iraq. Padahal beliau tidak ada janji dengan seseorang pun dan tidak ada keperluan apa-apa.
Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah, Iraq.
Begitu tiba di sana, waktu telah Isya. Imam Ahmad ikut shalat berjamaah Isya di masjid. Hati Imam Ahmad merasa tenang, kemudian beliau ingin istirahat. Begitu selesai shalat dan para jamaah telah bubar, beliau ingin tidur di masjid. Tiba-tiba penjaga masjid datang menemui beliau sambil menegur, 'Kenapa kamu di sini, Syaikh?'"
Kata "syaikh” di sana dipergunakan untuk 3 maksud panggilan, yakin untuk panggilan orang tua, panggilan orang kaya, dan panggilan untuk orang yang berilmu.
Panggilan "syaikh" di kisah ini adalah panggilan sebagai orang tua, karena si penjaga masjid tidak mengenali jika lelaki tua tersebut adalah Imam Ahmad yang seorang ulama besar. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan dirinya.
Di Iraq, semua orang kenal siapa Imam Ahmad, seorang ulama besar, ahli hadits, sangat shalih dan zuhud. Zaman itu belum ada kamera yang bisa merekam gambar atau pun sketsa wajah sehingga orang tidak tahu wajah Imam Ahmad, hanya saja orang-orang mengenal nama besar beliau.
“Saya ingin istirahat. Saya musafir,” Imam Ahmad menjawab.
“Tidak boleh. Tidak boleh tidur di masjid,” dengan tegas si penjaga masjid menimpali.
Imam Ahmad diusir oleh orang itu, disuruh keluar dari masjid. Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu Imam Ahmad tidur di teras masjid.”
Ketika sudah berbaring di teras masjid, si penjaga masjid datang lagi dan marah-marah kepada Imam Ahmad. “Kamu mau apa lagi, Syaikh?” Protes si penjaga.
“Saya mau tidur. Saya musafir”, jawaban kedua kalinya dari Imam Ahmad.
Lalu si penjaga masjid menegaskan lagi, ”Tidur di dalam masjid tidak boleh, tidur di teras masjid juga tidak boleh," sambil mengusir Imam Ahmad.
Imam Ahmad pun diusir sampai jalanan.
Di samping masjid ada penjual roti yang menempati rumah kecil. Di rumah kecil itulah roti diproduksi dan dijual.
Ketika Imam Ahmad diusir dari masjid, si penjual roti sedang membuat adonan, sambil sesekali melihat kejadian lmam Ahmad diusir dari masjid.
Ketika Imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil beliau dari jauh, 'Mari, Syaikh, Anda boleh menginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil," uangkap si penjual roti.
“Baik," dengan rasa bahagia Imam Ahmad mengiyakan.
Imam Ahmad masuk ke rumah si penjual roti, duduk di belakangnya yang terus bekerja membuat roti. Keduanya mengobrol dan saling sapa layaknya tamu dan tuan rumah."
Namun dalam perbincangan ini, Imam Ahmad tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya. Beliau hanya bilang sebagai musafir yang kemalaman.
Penjual roti ini punya tata krama baik pada tamu, tampaknya dia orang yang suka memuliakan tamu. Kalau Imam Ahmad mengajaknya bicara, pasti dijawab. Kalau Imam Ahmad tidak mengajaknya bicara, dia terus membuat adonan roti sambil terus-menerus melafalkan istigfar.
"Astaghfirullah," lafal istighfar ini kerap kali terdengar dari mulut si penjual roti.
Dia ketika menabur garam, mengucap, "Astaghfirullah," memecah telur mengucap, "Astaghfirullah," mencampur gandum mengucap, "Astaghfirullah." Semua aktifitasnya hampir diiringi istighfar.
Imam Ahmad terus memperhatikannya. Lalu beliau bertanya karena penasaran, "Sudah berapa lama Anda lakukan ini?"
“Sudah lama sekali, Syaikh," timpal si penjual roti. "Saya menjual roti sudah 30 tahun, ya sejak itu saya lakukan amaliah istighfar ini.”
Imam Ahmad lebih menelisik mendalam lagi, "Apa hasil dari amaliah Anda ini?”
"Lantaran istighfar, tidak ada hajat yang saya minta kepada Allah, kecuali dikabulkan-Nya. Itu yang saya amati hasilnya," jelas si penjual roti.
"Saya memperbanyak istighfar lantaran terinspirasi dari sabda Rasulullah S.A.W.,
مَن أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجاً، وَمِنْ كُلِّ ضَيْقٍ مَخْرَجاً، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ
'Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah merubah setiap kesedihannya menjadi kegembiraan; memberikan solusi dari setiap kesempitannya, dan Dia anugerahkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.' (H.R. Ahmad dan al-Hakim)," si penjual roti detail menjelaskan.
Imam Ahmad tampak belum menanggapi apa-apa, namun si penjual roti menimpali lagi, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu yang belum terkabulkan."
"Apa itu?" timpal Imam Ahmad dengan rasa penasaran.
Si penjual roti menjawab dengan menarik nafas panjang, “Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad.”
Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir, “Allahu Akbar. Ternyata Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai diusir oleh penjaga masjid hingga jalanan, ternyata karena istighfar Anda."
Penjual roti itu terperanjat. Dia lalu memuji Allah dengan rasa haru mendalam karena ternyata yang di depannya adalah Imam Ahmad bin Hanbal.



Mau UMROH GRATIS? Like/Follow Facebook:

Baca juga:
Fenny Ferawati dan Bunda Ira

Artikel menarik seputar keluarga sakinah, kebahagiaan, rejeki dll selengkapnya klik disini.

Akun sosmed, wa, hp dan blog Fenny yang lain tidak pernah dihack/dibajak pihak lain. Namun demikian karena satu dan lain hal Fenny terpaksa menonaktifkan. Cerita selengkapnya silakan datang ke rumah ya :)

Cara Rasulullah Sambut Ramadhan


Adalah Rasul SAW yang mempersiapkan diri betul menyambut kedatangan setiap bulan Ramadhan. Persiapan Rasul tersebut bukan hanya bersifat jasmani, melainkan paduan jasmani dan rohani mengingat puasa sebagaimana ibadah yang lain adalah paduan ibadah jasmani dan rohani, di samping ibadah yang paling berat di antara ibadah wajib (fardu) lainnya.

Oleh sebab itu, ia disyariatkan paling akhir di antara ibadah wajib lainnya. Persiapan jasmani tersebut dilakukan oleh Rasul SAW melalui puasa Senin-Kamis dan puasa hari-hari putih (tanggal 13,14 dan 15) setiap bulan sejak bulan syawal hingga Sya’ban.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW senantiasa puasa Senin dan Kamis. Dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasul, engkau senantiasa puasa Senin dan Kamis.”
Beliau menjawab, “Sesungguhnya pada setiap hari Senin dan Kamis Allah SWT mengampuni dosa setiap Muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan. Allah berfirman, ‘Tangguhkanlah keduanya sampai keduanya berdamai’.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam kaitannya dengan puasa tiga hari setiap bulan, Rasul SAW bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari RA, “Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa setiap bulan, maka puasalah tanggal 13,14 dan 15.” (HR. Tirmidzi).

Sedangkan persiapan rohani dilakukan oleh Rasul SAW melalui pembiasaan shalat tahajud setiap malam serta zikir setiap waktu dan kesempatan. Bahkan, shalat tahajud yang hukumnya sunah bagi kaum Muslimin menjadi wajib bagi pribadi Rasul SAW.

Diriwayatkan oleh Aisyah RA yang bertanya kepada Rasul SAW mengenai pembiasaan ssalat tahajud, padahal dosa-dosa beliau telah diampuni oleh Allah SWT, Rasul SAW menjawab dengan nada yang sangat indah,“Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?”

Memasuki bulan Sya’ban, Rasul SAW meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah puasa, qiyamul lail, zikir dan amal salehnya. Peningkatan tersebut dikarenakan semakin dekatnya bulan Ramadhan yang akan menjadi puncak aktifitas kesalehan dan spiritualitas seorang Muslim.

Jika biasanya dalam sebulan Rasul SAW berpuasa rata-rata 11 hari, maka di bulan Sya’ban ini beliau berpuasa hampir sebulan penuh. Dikisahkan oleh Aisyah RA bahwasanya, “Rasulullah banyak berpuasa (di bulan Sya’ban) sehingga kita mengatakan, beliau tidak pernah berbuka dan aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah banyak berpuasa (di luar Ramadhan) melebihi Sya’ban.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dalam riwayat Usama bin Zayed RA dikatakan, “Aku bertanya kepada Rasul, ‘Wahai Rasulullah, Aku tidak melihatmu banyak berpuasa seperti di bulan Sya’ban?’ Beliau menjawab, ‘Sya’ban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan tersebut amal manusia diangkat (ke langit) oleh Allah SWT dan aku menyukai pada saat amal diangkat aku dalam keadaan berpuasa’.” (HR. An-Nasa’i).

Sya’ban adalah bulan penutup rangkaian puasa sunah bagi Rasulullah SAW sebelum berpuasa penuh di bulan Ramadhan. Jika Rasul telah mempersiapkan penyambutan Ramadhan dengan berpuasa minimal 11 hari di luar Sya’ban dan 20-an hari di bulan Sya’ban, berarti untuk menyambut Ramadhan Rasulullah SAW telah berpuasa paling sedikitnya 130 hari atau sepertiga lebih dari jumlah hari dalam setahun.

Maka, hanya persiapan yang baiklah yang akan mendapat hasil yang baik, dan demikian pula sebaliknya. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk mempersiapkan diri di bulan Sya’ban sehingga memperoleh hasil yang maksimal di akhir Ramadhan.



Mau UMROH GRATIS? Like/Follow Facebook:
Baca juga:
Fenny Ferawati dan Bunda Ira

Artikel menarik seputar keluarga sakinah, kebahagiaan, rejeki dll selengkapnya klik disini.

Akun sosmed, wa, hp dan blog Fenny yang lain tidak pernah dihack/dibajak pihak lain. Namun demikian karena satu dan lain hal Fenny terpaksa menonaktifkan. Cerita selengkapnya silakan datang ke rumah ya :)

Turut Berduka Atas Aksi Teror Bom di Surabaya


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat tetap tenang dan bersikap positif menyikapi serangan teroris di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2019) pagi. Ia mengimbau masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah itu kepada aparat.

"Tetap tenang dan tidak panik karena kepanikan itulah yang diharapkan pelaku. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan lingkungan agar tidak ada ruang bagi teroris untuk melakukan aksinya," kata Menag seperti dikutip Antara. Menag juga mengajak masyarakat untuk berkomunikasi secara etis di media sosial. Caranya, tidak menyebarkan foto-foto memilukan yang bisa menjadi teror tersendiri.

"Jangan mengomentari aksi ini dengan perdebatan yang memicu konflik. Sebaliknya, mari saling menguatkan sesama anak bangsa yang ingin Indonesia aman dan damai," ujarnya. Kepada korban meninggal, Menag berdoa untuk hal terbaik bagi mereka dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Mari kita doakan pelaku dan dalang aksi ini agar bertobat dan kembali ke jalan yang benar," katanya. Ia menganggap para pelaku tidak memegang nilai-nilai agama karena tidak ada agama manapun yang mengajarkan aksi terorisme.

Ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja Maria Tak Tercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna. Informasi Kepolisian hingga pukul 11.00 WIB, sebanyak sembilan orang tewas dalam tiga serangan teroris tersebut. Selain itu, 40 orang mengalami luka dan tengah dirawat di beberapa rumah sakit.



Mau UMROH GRATIS? Like/Follow Facebook:

Baca juga:
Fenny Ferawati dan Bunda Ira

Artikel menarik seputar keluarga sakinah, kebahagiaan, rejeki dll selengkapnya klik disini.

Akun sosmed, wa, hp dan blog Fenny yang lain tidak pernah dihack/dibajak pihak lain. Namun demikian karena satu dan lain hal Fenny terpaksa menonaktifkan. Cerita selengkapnya silakan datang ke rumah ya :)